Soal:
1. Faktor-faktor yang dapat memperngaruhi
keberhasilan dan menghambat otonomi daerah di Indonesia
Jawab: https://nasional.kompas.com/read/2022/02/16/01450011/faktor-keberhasilan-dan-penghambat-otonomi-daerah
Faktor Keberhasilan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan otonomi daerah di
indonesia:
Faktor Sumber Daya Manusia: Manusia sebagai pelaku pemerintahan
daerah harus mampu menjalankan tugasnya dalam mengurus rumah tangga
daerah demi tercapainya tujuan.
Kemampuan Struktural Organisasi: Struktur organisasi pemerintah
daerah harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
Kemampuan Mendorong Partisipasi Masyarakat: Pemerintah daerah harus
mampu mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan.
Kemampuan Keuangan Daerah: Keuangan daerah harus mampu mendukung
pembiayaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Faktor Anggaran: Sebagai alat utama dalam pengendalian keuangan
daerah, sehingga dibutuhkan rencana anggaran yang tepat guna.
Faktor Peralatan: Setiap alat yang digunakan harus mampu
memperlancar kegiatan pemerintah daerah.
Manajemen yang Baik: susunan organisasi beserta pejabat, tugas,dan
wewenang harus memiliki hubungan yang baik dalam rangka mencapai tujuan.
Baca juga: Peran Pemerintah Daerah dalam Otonomi Daerah
Faktor Penghambat Otonomi Daerah
Faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya otonomi daerah di Indonesia
adalah:
Komitmen Politik: Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilakukan oleh
pemerintah pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai amanat
konstitusi.
Masih Terpaku pada Sentralisai: Daerah masih memiliki ketergantungan
tinggi terhadap pusat, sehingga mematikan kreativitas masyarakat dan
perangkat pemerintahan di daerah.
Kesenjangan Antardaerah: Kesenjangan kuantitas dan kualitas sumber
daya manusia, serta intra struktur ekonomi.
Ketimpangan Sumber Daya Alam: Daerah yang tidak memiliki kekayaan
sumber daya alam tetapi populasi penduduknya tinggi akan terengah-engah
dalam melaksanakan otonomi.
Benturan Kepentingan: Adanya perbedaan kepentingan yang sangat
melekat pada berbagai pihak yang menghambat proses otonomi daerah,
seperti benturan keinginan pimpinan daerah dengan kepentingan partai
politik.
Keinginan Politik atau Political Will: Keinginan politik yang tidak
seragam dari pemerintah daerah untuk menata kembali hubungan kekuasaan
pusat dan daerah.
Perubahan perilaku elit lokal: elit lokal mengalami perubahan
perilaku dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena pengaruh
kekuasaan yang dimilikinya.
Referensi
Haris, Syamsuddin. 2005. Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Jakarta:
LIPI Press
Kaho, Josef Riwu. 2002. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik
Indonesia. Jakarta: Rajawali Press
Sudantoko, Djoko. 2003. Dilema Otonomi Daerah. Yogyakarta: Penerbit
ANDI
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Faktor Keberhasilan dan Penghambat Otonomi Daerah", Klik untuk baca:
https://nasional.kompas.com/read/2022/02/16/01450011/faktor-keberhasilan-dan-penghambat-otonomi-daerah.
Penulis : Monica Ayu Caesar Isabela
Editor : Nibras Nada Nailufar
Download aplikasi
Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android:
https://bit.ly/3g85pkAiOS:
https://apple.co/3hXWJ0LJawab:
Faktor Keberhasilan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan otonomi daerah di indonesia:
Faktor Sumber Daya Manusia: Manusia sebagai pelaku pemerintahan daerah harus
mampu menjalankan tugasnya dalam mengurus rumah tangga daerah demi tercapainya
tujuan. Kemampuan Struktural Organisasi: Struktur organisasi pemerintah daerah
harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas yang menjadi tanggung
jawabnya. Kemampuan Mendorong Partisipasi Masyarakat: Pemerintah daerah harus
mampu mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan. Kemampuan Keuangan
Daerah: Keuangan daerah harus mampu mendukung pembiayaan kegiatan pemerintahan,
pembangunan, dan kemasyarakatan. Faktor Anggaran: Sebagai alat utama dalam
pengendalian keuangan daerah, sehingga dibutuhkan rencana anggaran yang tepat
guna. Faktor Peralatan: Setiap alat yang digunakan harus mampu memperlancar
kegiatan pemerintah daerah. Manajemen yang Baik: susunan organisasi beserta
pejabat, tugas,dan wewenang harus memiliki hubungan yang baik dalam rangka
mencapai tujuan.
Faktor Penghambat
Otonomi Daerah Faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya otonomi daerah di
Indonesia adalah: Komitmen Politik: Penyelenggaraan otonomi daerah yang
dilakukan oleh pemerintah pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai
amanat konstitusi. Masih Terpaku pada Sentralisai: Daerah masih memiliki
ketergantungan tinggi terhadap pusat, sehingga mematikan kreativitas masyarakat
dan perangkat pemerintahan di daerah. Kesenjangan Antardaerah: Kesenjangan
kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta intra struktur ekonomi.
Ketimpangan Sumber Daya Alam: Daerah yang tidak memiliki kekayaan sumber daya
alam tetapi populasi penduduknya tinggi akan terengah-engah dalam melaksanakan
otonomi. Benturan Kepentingan: Adanya perbedaan kepentingan yang sangat melekat
pada berbagai pihak yang menghambat proses otonomi daerah, seperti benturan
keinginan pimpinan daerah dengan kepentingan partai politik. Keinginan Politik
atau Political Will: Keinginan politik yang tidak seragam dari pemerintah
daerah untuk menata kembali hubungan kekuasaan pusat dan daerah. Perubahan
perilaku elit lokal: elit lokal mengalami perubahan perilaku dalam penyelenggaraan
pemerintah daerah karena pengaruh kekuasaan yang dimilikinya.
Faktor Keberhasilan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan otonomi daerah di
indonesia:
Faktor Sumber Daya Manusia: Manusia sebagai pelaku pemerintahan
daerah harus mampu menjalankan tugasnya dalam mengurus rumah tangga
daerah demi tercapainya tujuan.
Kemampuan Struktural Organisasi: Struktur organisasi pemerintah
daerah harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
Kemampuan Mendorong Partisipasi Masyarakat: Pemerintah daerah harus
mampu mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan.
Kemampuan Keuangan Daerah: Keuangan daerah harus mampu mendukung
pembiayaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Faktor Anggaran: Sebagai alat utama dalam pengendalian keuangan
daerah, sehingga dibutuhkan rencana anggaran yang tepat guna.
Faktor Peralatan: Setiap alat yang digunakan harus mampu
memperlancar kegiatan pemerintah daerah.
Manajemen yang Baik: susunan organisasi beserta pejabat, tugas,dan
wewenang harus memiliki hubungan yang baik dalam rangka mencapai tujuan.
Baca juga: Peran Pemerintah Daerah dalam Otonomi Daerah
Faktor Penghambat Otonomi Daerah
Faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya otonomi daerah di Indonesia
adalah:
Komitmen Politik: Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilakukan oleh
pemerintah pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai amanat
konstitusi.
Masih Terpaku pada Sentralisai: Daerah masih memiliki ketergantungan
tinggi terhadap pusat, sehingga mematikan kreativitas masyarakat dan
perangkat pemerintahan di daerah.
Kesenjangan Antardaerah: Kesenjangan kuantitas dan kualitas sumber
daya manusia, serta intra struktur ekonomi.
Ketimpangan Sumber Daya Alam: Daerah yang tidak memiliki kekayaan
sumber daya alam tetapi populasi penduduknya tinggi akan terengah-engah
dalam melaksanakan otonomi.
Benturan Kepentingan: Adanya perbedaan kepentingan yang sangat
melekat pada berbagai pihak yang menghambat proses otonomi daerah,
seperti benturan keinginan pimpinan daerah dengan kepentingan partai
politik.
Keinginan Politik atau Political Will: Keinginan politik yang tidak
seragam dari pemerintah daerah untuk menata kembali hubungan kekuasaan
pusat dan daerah.
Perubahan perilaku elit lokal: elit lokal mengalami perubahan
perilaku dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena pengaruh
kekuasaan yang dimilikinya.
Referensi
Haris, Syamsuddin. 2005. Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Jakarta:
LIPI Press
Kaho, Josef Riwu. 2002. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik
Indonesia. Jakarta: Rajawali Press
Sudantoko, Djoko. 2003. Dilema Otonomi Daerah. Yogyakarta: Penerbit
ANDI
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Faktor Keberhasilan dan Penghambat Otonomi Daerah", Klik untuk baca:
https://nasional.kompas.com/read/2022/02/16/01450011/faktor-keberhasilan-dan-penghambat-otonomi-daerah.
Penulis : Monica Ayu Caesar Isabela
Editor : Nibras Nada Nailufar
Download aplikasi
Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android:
https://bit.ly/3g85pkAiOS:
https://apple.co/3hXWJ0LFaktor Keberhasilan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan otonomi daerah di
indonesia:
Faktor Sumber Daya Manusia: Manusia sebagai pelaku pemerintahan
daerah harus mampu menjalankan tugasnya dalam mengurus rumah tangga
daerah demi tercapainya tujuan.
Kemampuan Struktural Organisasi: Struktur organisasi pemerintah
daerah harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
Kemampuan Mendorong Partisipasi Masyarakat: Pemerintah daerah harus
mampu mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan.
Kemampuan Keuangan Daerah: Keuangan daerah harus mampu mendukung
pembiayaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Faktor Anggaran: Sebagai alat utama dalam pengendalian keuangan
daerah, sehingga dibutuhkan rencana anggaran yang tepat guna.
Faktor Peralatan: Setiap alat yang digunakan harus mampu
memperlancar kegiatan pemerintah daerah.
Manajemen yang Baik: susunan organisasi beserta pejabat, tugas,dan
wewenang harus memiliki hubungan yang baik dalam rangka mencapai tujuan.
Baca juga: Peran Pemerintah Daerah dalam Otonomi Daerah
Faktor Penghambat Otonomi Daerah
Faktor-faktor yang dapat menghambat jalannya otonomi daerah di Indonesia
adalah:
Komitmen Politik: Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilakukan oleh
pemerintah pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai amanat
konstitusi.
Masih Terpaku pada Sentralisai: Daerah masih memiliki ketergantungan
tinggi terhadap pusat, sehingga mematikan kreativitas masyarakat dan
perangkat pemerintahan di daerah.
Kesenjangan Antardaerah: Kesenjangan kuantitas dan kualitas sumber
daya manusia, serta intra struktur ekonomi.
Ketimpangan Sumber Daya Alam: Daerah yang tidak memiliki kekayaan
sumber daya alam tetapi populasi penduduknya tinggi akan terengah-engah
dalam melaksanakan otonomi.
Benturan Kepentingan: Adanya perbedaan kepentingan yang sangat
melekat pada berbagai pihak yang menghambat proses otonomi daerah,
seperti benturan keinginan pimpinan daerah dengan kepentingan partai
politik.
Keinginan Politik atau Political Will: Keinginan politik yang tidak
seragam dari pemerintah daerah untuk menata kembali hubungan kekuasaan
pusat dan daerah.
Perubahan perilaku elit lokal: elit lokal mengalami perubahan
perilaku dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena pengaruh
kekuasaan yang dimilikinya.
Referensi
Haris, Syamsuddin. 2005. Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Jakarta:
LIPI Press
Kaho, Josef Riwu. 2002. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik
Indonesia. Jakarta: Rajawali Press
Sudantoko, Djoko. 2003. Dilema Otonomi Daerah. Yogyakarta: Penerbit
ANDI
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Faktor Keberhasilan dan Penghambat Otonomi Daerah", Klik untuk baca:
https://nasional.kompas.com/read/2022/02/16/01450011/faktor-keberhasilan-dan-penghambat-otonomi-daerah.
Penulis : Monica Ayu Caesar Isabela
Editor : Nibras Nada Nailufar
Download aplikasi
Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android:
https://bit.ly/3g85pkAiOS:
https://apple.co/3hXWJ0L