1. PAPER 2. MAKALAH 3. KARYA ILMIAH 4. SKRIPSI 5. TESIS 6. JURNAL 7. SOAL DAN JAWABAN
Wednesday, 9 November 2022
Metodologi Penelitian
Hal penting dalam pengumpulan data adalah alat atau instrumen digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Silahkan diskusikan tentang cara menilai validitas dan reliabilitas instrumen, serta hubungan validitas dengan reliabilitas
Sumber: https://penelitianilmiah.com/validitas-dan-reliabilitas/
Validitas dan reliabilitas menjadi dua istilah yang sering digunakan secara bergantian, khususnya ketika penelitian berhubungan erat dengan statistik dan statistika. Namun, ketika pembaca kritis statistik menggunakan istilah ini, sejatinya merujuk pada hal yang berbeda dari metode statistik atau eksperimental.
Dimana validitas adalah sejauh mana skor dari suatu ukuran mewakili variabel penelitian yang dimaksudkan. Sedangkan, reliabilitas merupakan istilah yang mengacu pada konsistensi.
Daftar Isi
Validitas dan Reliabilitas
Menjelaskan makan validitas hakekatnya mengacu pada seberapa akurat suatu metode penelitian terkait proses mengukur apa yang ingin diukur. Jika penelitian memiliki validitas tinggi, artinya menghasilkan hasil yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan variasi nyata dalam dunia fisik atau sosial.
Sedangkan reliabilitas mengacu pada seberapa konsisten suatu metode mengukur sesuatu. Jika hasil yang sama dapat dicapai secara konsisten dengan menggunakan metode yang sama dalam keadaan yang sama, pengukuran tersebut dianggap dapat diandalkan.
Pengertian Validitas dan Reliabilitas
Untuk memberikan penjelasan terkait kedua istilah ini. Maka, diantaranya;
Pengertian Validitas
Validitas adalah bagaimana peneliti berbicara tentang sejauh mana hasil mewakili kenyataan. Metode penelitian, kuantitatif atau kualitatif, adalah metode untuk mempelajari fenomena nyata, sehingga validitas data mengacu pada seberapa banyak fenomena yang akan ukur ataupun seberapa banyak informasi tidak terkait yang turut serta pada hasil.
Pengertian Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran stabilitas atau konsistensi nilai tes. Kita juga dapat menganggapnya sebagai kemampuan untuk mengulang hasil tes atau temuan penelitian. Perlu juga kita ketahui ada istilah koefisien reliabilitas, yaitu ukuran seberapa baik tes mengukur pencapaian.
Uji reliabilitas adalah proporsi varians dalam skor yang diamati (yaitu skor pada tes) yang dikaitkan dengan skor sebenarnya (skor “nyata” teoretis yang akan diperoleh seseorang jika ada tes sempurna). Istilah “koefisien reliabilitas” sebenarnya mengacu pada beberapa koefisien yang berbeda:
Beberapa metode yang ada untuk menghitung koefisien termasuk tes-ulang, bentuk paralel dan bentuk-alternatif. Yang biasanya terdiri atas;
Cronbach’s alpha, konsep ini merupakan koefisien konsistensi internal yang paling banyak digunakan. Korelasi sederhana antara dua skor dari orang yang sama adalah salah satu cara paling sederhana untuk memperkirakan koefisien reliabilitas. Jika skor diambil pada waktu yang berbeda, maka ini adalah salah satu cara untuk memperkirakan reliabilitas tes-tes ulang; Berbagai bentuk tes yang diberikan pada hari yang sama dapat memperkirakan reliabilitas bentuk paralel.
Korelasi Pearson – dapat digunakan untuk memperkirakan koefisien reliabilitas teoritis antara tes paralel.
Formula Spearman Brown – ukuran reliabilitas untuk tes split-half.
Cohen’s Kappa – mengukur keandalan antar penilai.
Hubungan Validitas dan Reliabilitas
Ada hubungan antara validitas dan reliabilitas dalam suatu pengukuran, yaitu:
Pengukuran yang andal (reliable) tidak selalu valid: hasilnya mungkin dapat direproduksi, tetapi belum tentu benar. Pengukuran yang valid umumnya dapat diandalkan (reliable): jika suatu pengujian menghasilkan hasil yang akurat, maka harus dapat direproduksi.
Bisa juga dijelaskan sebagai berikut;
Ketika suatu ukuran memiliki reliabilitas tes-ulang yang baik dan konsistensi internal, peneliti harus lebih yakin bahwa skor mewakili apa yang seharusnya. Namun, harus ada lebih dari itu, karena suatu ukuran bisa sangat andal tetapi tidak memiliki validitas sama sekali.
Sebagai contohnya;
Bayangkan seseorang yang percaya bahwa panjang jari telunjuk seseorang mencerminkan harga dirinya dan oleh karena itu mencoba mengukur harga diri dengan memegang penggaris di jari telunjuk orang.
Dari penjelasan tersebut dapat diketahui meskipun ukuran ini akan memiliki reliabilitas tes-ulang yang sangat baik, itu sama sekali tidak memiliki validitas. Fakta bahwa jari telunjuk seseorang satu sentimeter lebih panjang dari jari telunjuk orang lain tidak menunjukkan apa pun tentang siapa yang memiliki harga diri lebih tinggi
Paling Banyak Diminati
-
Pilihlah salah satu soal yang paling anda senangi dan iklas menjawabnya: 1. Wellstone Inc memproduksi cover untuk handphone dala...
-
Hal penting dalam pengumpulan data adalah alat atau instrumen digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Silahkan diskusikan tentang car...
-
Pentingnya Pelatihan SDM agar Bisnis Berkembang Lebih Baik Pelatihan SDM merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk personal yang be...