Saturday, 26 November 2022

Pendidikan Agama Islam

1. Sebagai manusia yang akan selalu berusaha untuk bekerja semaksimal mungkin, menurut ajaran islam etos kerja yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Doa, usaha dan ikhtiar merupakan konsep kerja dalam islam, jelaskan konsep tersebut

Dalam Islam, kerja memiliki nilai yang sangat tinggi. Dalam beberapa hadist, Rasulullah
SAW mengatakan :

Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia
makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud 'alaihis salam
dahulu juga makan dari hasil kerja keras tangannya. (HR. Bukhari, no. 2072, dari
Al-Miqdad).
Melihat bagaimana Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja, tentu umat Muslim juga
diajarkan untuk memiliki etos kerja yang tinggi. Yang tentunya sangat erat hubungan
dengan Konsep Kerja dalam Islam, Lantas, bagaimanakah konsep kerja dalam Islam?
penjelasan berikut :
Ikhtiar, doa, dan usaha adalah 3 kunci sukses dunia akhirat dalam Islam sesuai ajaran Nabi
Muhammad SAW. Ketiga hal ini mesti dikerjakan secara berurutan dan tidak dipisah
menjadi bagian sendiri-sendiri. 

Tiga kunci sukses bagi seorang muslim ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam :
Surat Ar-Ra’d Ayat 11


Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak merubah keadaan  sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah SWT menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan
sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Ayat tersebut menyuratkan, pentingnya seseorang berusaha untuk membuat dirinya atau keadaan sekelilingnya lebih baik. Bahkan, Allah SWT akan menunggu hingga orang tersebut mau berubah, sebelum membukakan jalan ke arah yang positif. 

Doa, dalam melakukan Ikhtiar dan Usaha 
Untuk   memperlancar   atau   mempermudah   ikhtiar   dan   usaha   kita   untuk   mencapai keberhasilan, kita perlu dan bahkan harus melakukan doa sebagai usaha batiniah. Seperti terdapat dalam potongan firman Allah SWT dalam :

Surat Al-Mu’min Ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"

Allah SWT akan memberikan jawaban atau merespons apa yang menjadi keinginan atau usaha kita, kalau kita berdoa kepada-Nya. Hikmah berdoa kepada Allah SWT dalam kaitannnya dengan ikhtiar dan usaha adalah bahwa doa akan mendekatkan kita kepada Allah SWT, dan karenanya akan memperlancar
tercapainya apa yang kita usahakan. Hikmah lain adalah bahwa dengan berdoa, kita akan terhindar dari klaim bahwa keberhasilan kita semata-mata karena ikhtiar kita sendiri tanpa campur tangan dari Allah
SWT.

Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita lupa berdoa kepada Allah SWT dalam setiap usaha kita meraih sesuatu. Semakin banyak kita berdoa dalam kehidupan kita sehar-hari, semakin dekatlah kita kepada Allah SWT dan tentu ini menjadi hal yang terpuji karena dengan berdoa kita menunjukkan kerendahan dan pengakuan betapa kecil dan lemahnya kita di depan Allah SWT.

Usaha disertai Doa
Saat orang mencari pertolongan kepada Allah dengan di sertai berbagai usaha yang sekiranya dapat menyampaikannya kepada tujuannya, yakni dengan menempuh jalannya. Maka hal demikian itu wajib dilakukan olehnya. Namun, bila usaha-usaha manusiawinya ini sudah tidak memungkinkan lagi, maka pada saat yang demikian itu hendaklah, ia menyerahkan diri sebulat-bulatnya dengan menadahkan harapan kepada Allah SWT saja seraya memanjatkan do’a, seperti tercantum dalam ayat Al Quran berikutu ini :
Surat Al-Jumu’ah Ayat 10
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.

Ikhtiar dalam segala hal
Berikhtiar adalah wajib. Maka barangsiapa mau berikhtiar, ikhtiarnya akan dicatat sebagai
ibadah. Jika ikhtiarnya membuahkan hasil, maka setidaknya ia akan mendapat 2
keuntungan. Pertama, ia akan memperoleh pahala dari Allah SWT. Kedua, ia akan
mendapat keberhasilan atau manfaat dari apa yang telah ia usahakan. Tetapi jika
ikhtiarnya belum berhasil, maka setidaknya ia akan mendapat pahala dari Allah SWT. Jika
ia sabar, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat.
Ikhtiar adalah salah satu bentuk akhlak terpuji yang diajarkan oleh Rosulluah SAW kepada
umatnya. Ada juga bentuk-bentuk ikhtiar yang perlu kita ketahui, yaitu sebagai berikut:
Bersungguh-sungguh
Yaitu bentuk ikhtiar yang perlu diperhatikan. Untuk mencapai keinginan, mimpi,
cita-cita, dan angan-angan dibutuhkan kesungguahan yang amat mendalam, dalam
berusaha perlu dilakukan.
Contohnya: Dalam kasus jodoh, apabila ingin mendapatkan jodoh yang baik maka
kita juga harus bersungguh-sungguh merubah perilaku menjadi lebih baik, agar kita
mendapatkan jodoh yang baik pula.
Bekerja keras
Berkerja keraslah sebaik mungkin agar dapat mencapai apa yang anda inginkan.
Jangan malas dan coba yang terbaik. Tapi, coba dan berjuang sekuat tenaga untuk
mendapatkan hasil yang memuaskan.
Contohnya: Apabila kita sedang terkena penyakit dan menginginkan kesembuhan,
tentunya perlu bekera keraslah untuk menjauhi pantangannya, rajin minum obat,
rajin berolahraga, serta juga perlu menjaga kebersiahan dan penunjang lainnya.
Pantang menyerah dan putus asa
Apabila kita sudah melakukan bekerja keras, namun tidak mendapat apa yang
dinginkan, bisa dibilang gagal atau hasil yang tidak sesuai dengan apa yang
diharapkan, untuk itu harus terus mencoba, mencoba, dan mencobanya lagi.
Jangan mudah putus asa, jangan mudah menyerah, karena kegagalan adalah awal
dari kesuksesan dan sebuah proses pembelajaran.
Contohnya: Saat ingin sukses di bidang bisnis, jangan mudah menyerah saat
mengalami kegagalan. Setelah mencoba satu cara gagal, maka coba bangkit
kembali dan coba cara lain dan seterusnya

2. Budaya akademik merupakan pengamalan ilmu pengetahuan dalam kehidupan
sehari-hari, kehidupan akan berjalan dengan baik jika dilandasi dengan unsur
akademik tersebut, dalam Al-Quran dan Hadits pembahasan terkait budaya
akademik tertulis jelas, sebutkan dan jelaskan ?
Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan
akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di
lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.
Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang
yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik. Membanggun budaya akademik bukan
perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga
terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik
tersebut.
Budaya akademik dalam Islam menghendaki semua orang muslim untuk memiliki sikap
tekun dan ulet dalam mencari ilmu. Islam sebagai agama yang mendorong umatnya untuk
menjadi cerdas dan pandai maka mempunyai banyak dalil-dalil mengenai keutamaan
mencari ilmu.
Beberapa Hadist Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan menuntut ilmu :
Dimudahkan Jalan ke Surga
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Ditinggikan Derajatnya
Hadis mencari ilmu lain juga menunjukan tingginya derajat orang berilmu
dibanding manusia lainnya.


Dari Ibnu Abbas radliallahu anhu: ketika menafsirkan ayat : (Allah meninggikan
orang-orang yang beriman dari kamu sekalian, dan orang-orang yang diberi ilmu
beberapa derajat. al-mujadalah:11); dia berkata maksudnya adalah Allah
meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa
derajat. (HR. Darimi) No. 356.
Dicintai Rasulullah
Rasulullah SAW juga mendoakan orang yang mencari ilmu:


Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda: Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits
dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak
orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak
pembawa ilmu yang tidak berilmu. (HR. Abu Daud) No. 3175.Shahih.
Paling Utama


Dari Utsman bin Affan ia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Orang
yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Quran dan
mengajarkannya. (HR. Bukhari) No. 4640. Shahih.
Dimintakan Ampun Seisi Bumi dan Langit
Keutamaan lain orang berilmu yakni



Dari Abu Ad Darda` ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda: "Sesungguhnya akan memintakan ampun untuk seorang alim
makhluk yang di langit dan di bumi hingga ikan hiu di dasar laut. (HR. Ibnu Majah)
No.235. Shahih.
















Paling Banyak Diminati