Monday, 8 April 2019

Muzakkir




PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA
APOTEK KIMIA FARMA LANGSA




S K R I P S I



Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat

Guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase




O l e h







MUZAKKIR

NPM : 99.1.0784
JURUSAN : MANAJEMEN

PROGRAM STUDI : STRATA SATU (S1)





SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN

(STIM) PASE LANGSA

2006

KATA PENGANTAR

 

            Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA“, guna memenuhi persyaratan menempuh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa. Serta tak lupa pula kita sanjung sajikan selawat dan salam keharibaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari jalan kebodohan menuju  jalan yang berilmu pengetahuan.

            Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kepada:
1.      Keluarga yaitu orang tua, saudara-saudara tercinta yang telah banyak memberikan dukungan dan doa serta memotivasi penulis untuk mengikuti pendidikan ini hingga selesainya penulisan skripsi ini.
2.      Bapak Drs. H. Said Yunus, MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa dan sebagai Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan petunjuk sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan.
3.      Bapak Drs. Abdul Jalil Ali, selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak meluangkan waktu dan memberi bimbingan hingga terselesaikannya Skripsi ini.
4.   Bapak Saifuddin Puteh, SE, MM, selaku Pembantu Ketua Bidang Akademik STIM Pase Langsa sekaligus Dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan hingga terselesainya penulisan skripsi ini
4.      Bapak/Ibu Dosen pada STIM Pase Langsa, yang telah banyak membekali penulis dalam berbagai disiplin ilmu.
5.      Bapak Pimpinan Apotek Kimia Farma Langsa beserta para karyawan yang telah membantu memberikan data dalam proses penyelesaian skripsi ini.
6.      Rekan-rekan seperjuangan yang telah menyumbangkan pikiran dan saran-saran ke arah penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan-kekurangan dan kekeliruan baik dalam susunan kata maupun isinya. Oleh sebab itu penulis dengan segala senang hati  menerima sumbangan pikiran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.
            Atas segala jerih payah dan bantuan yang diberikan itu, penulis tidak dapat membalasnya, semua ini penulis serahkan kepada Allah SWT semoga kita tetap berada dalam lindungan-Nya. Amiin ya rabbal ‘alamiin.
Langsa,                       2006
                                                                                                Penulis,

                                                                                                                                                       MUZAKKIR

DAFTAR  ISI


                                                                                                                                                                                                                                                      Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
ABSTRAKSI......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL.................................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... vi

BAB  I  PENDAHULUAN................................................................................... 1
            A. Latar Belakang Permasalahan............................................................. 1
            B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian......................................................... 5
            C. Hipotesa............................................................................................... 5
            D. Metode Pengumpulan Data................................................................ 6
            E. Metode Analisa Data………………………………..    .................. 7
            F. Peralatan AnalisA................................................................................. 8
            G. Sistematika Penulisan........................................................................ 10

BAB  II  STUDI KEPUSTAKAAN..................................................................... 11
             A. Pengertian Disiplin Kerja ................................................................ 11
             B. Faktor-faktor Pembinaan Disiplin Kerja......................................... 12
             C. Jenis-jenis Disiplin Kerja................................................................ 13
             D. Pengertian Produktivitas.................................................................. 14
             E. Faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas........................... 15
            
BAB  III  HASIL PENELITIAN.......................................................................... 18 
            A . Karakteristik Responden ................................................................. 18
            B . Identifikasi Disiplin Kerja................................................................ 20
C.  Identifikasi Produktivitas dan Target Produksi.............................. 23

BAB  IV  PEMBAHASAN.................................................................................. 26   
           A. Analisa Penerapan Disiplin Kerja...................................................... 26    
           B. Analisa Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja terhadap  
                Produktivitas  Pada Apotek Kimia Farma Langsa ........................... 28

BAB  V  KESIMPULAN dan SARAN-SARAN................................................ 31
             A. Kesimpulan........................................................................................ 31
             B. Saran-Saran........................................................................................ 32

DAFTAR KEPUSTAKAAN............................................................................... 34 
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 35


ABSTRAKSI

PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP  PRODUKTIVITAS  PADA
APOTEK KIMIA FARMA LANGSA


Nama                          : MUZAKKIR
Nim                             : 99.1.0784
Pembimbing I            : Drs. H. Said Yunus, MM
Pembimbing II           : Drs. Abdul Jalil Ali


Apotek Kimia Farma Langsa merupakan satu Apotek di Kota Langsa yang menyediakan bebagai jenis obat-obatan khususnya untuk masyarakat kota Langsa. Perusahaan ini melaksanakan disiplin bati keseluruhan karyawan dan menetapkan peraturan kedisiplinannya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapak kedisiplinan kerja dan apakah ada pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan keguanaan penelitian adalah untuk membandingkan antara teori dengan realita yang terjadi sebenarnya.
Dalam menganalisa permasalahan tersebut diatas dilakukan penghitungan dengan peralatan analisa yaitu analisa Korelasi dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science)
Sehingga dari hasil perhitungan dengan menggunakan peralatan analisa diatas maka didapat koefisien determinasi (R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan bahwa 67.50% produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan sisanya sebesar 32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga seperti faktor pengupahan, kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk membuktikan hipotesa dilakukan dengan menggunakan analisa t hitung yaitu diperoleh angka sebesar 5.199 yang lebih besar dari t significant yaitu 0.000 ata 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin kerja berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, jadi hal ini secara parsial significant pada 95%.
Sehingga hipotesa yang menyatakan disiplin kerja yang diterapkan oleh Apotek Kimia Farma Langsa diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya adalah diterima.


DAFTAR TABEL



TABEL                                                                                             Halaman

III-1      KARAKTERISTIK RESPONDEN PADA APOTEK
             KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003........................................... 19


III-2      IDENTIFIKASI DISIPLIN KERJA PADA APOTEK
  KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003.......................................... 21


III-3     IDENTIFIKASI PRODUKTIVITAS PADA APOTEK
             KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003........................................... 23


IV-1     HASIL ANALISA REGRESI PENGARUH PENERAPAN
            DISIPLIN KERJA PADA APOTEK KIMIA FARMA
            LANGSA TAHUN 2003........................................................................ 28
          












DAFTAR LAMPIRAN


LAMPIRAN                                                                                     Halaman
        I            DAFTAR PERTANYAAN PENGARUH PENERAPAN
                     DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS
                     PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA............................... 35

        II          REGRESSION............................................................................... 37


       III          DAFTAR HASIL JAWABAN RESPONDEN.............................. 41


       IV         PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI................................. 42


BAB  I
PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang Permasalahan

Potensi sumber daya manusia pada hakikatnya adalah merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional. Namun selama ini masih dirasakan bahwa potensi sumber daya manusia tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal  mengingat sebagian besar daripada angkatan kerja yang mempunyai tingkat ketrampilan dan pendidikan relatif masih rendah, yang berakibat pula terhadap rendahnya pendapatan dan kesejahteraannya.
Keadaan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap sikap mental tenaga kerja di lingkungan kerjanya yang berakibat pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraannya.
Dalam rangka pembentukan sikap mental dan sikap sosial yang dilandasi semangat Hubungan Industrial Pancasila (HIP) di kalangan karyawan dan pengusaha, maka sangat diperlukan keterbukaan dan kejujuran antara kedua belah pihak yang berpedoman kepada falsafah Tri Darma yang dapat menciptakan iklim merasa ikut memiliki (sense of belonging), merasa ikut bertanggung jawab (sense of responsibility), dan selalu merasa mawas diri (sense of self correction)
Antara pihak pengusaha dan karyawan yang timbul sebagai suatu kebutuhan dan bukan merupakan sesuatu yang dipaksakan.
Namun mengingat karena masyarakat Indonesia mempunyai Budaya yang majemuk (Pruralitis) dan adanya pengaruh budaya asing sebagai akibat politik pintu terbuka pada bidang ekonomi maka hal tersebut dapat menghambat terwujudnya sikap mental dan sikap sosial karyawan dan pengusaha dalam melaksanakan HIP.
Untuk itu perlu disusun tuntunan motivasi, disiplin dan etika kerja di lingkungan perusahaan ke arah terwujudnya Hubungan Industrial yang selaras, aman dan dinamis sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja.
Pembentukan sikap mental karyawan dan pengusaha yang memiliki semangat produksi dan produktivitas yang tinggi dalam suasana hubungan dan kerja sama yang serasi, selaras serta seimbang antara para pelaku proses produksi dengan dilandasi jiwa dan semangat Hubungan Industrial Pancasila.
Dalam hubungan ini maka untuk menjalin kerja sama yang lebih serasi antara karyawan dan pengusaha maka masing-masing pihak perlu meningkatkan rasa tanggung jawab, rasa ikut memiliki dan keberanian mawas diri dalam rangka kelangsungan hidup perusahaan seperti apa yang diharapkan.
Pembinaan disiplin bukan hanya penting bagi kehidupan militer (yang memang mutlak bagi kehidupan militer) namun pada prinsipnya ialah masalah setiap orang dan merupakan bagian dari manajemen yang sangat penting. Manajemen apa saja dalam pelaksanaannya memerlukan disiplin dari segenap aparat organisasi. Bahkan disiplin, moral dan tanggung jawab dalam organisasi merupakan kesatuan yang terpadu, artinya tak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, meskipun dapat dibeda-bedakan.
Perusahaan yang dalam kesehariannya menyediakan berbagai jenis obat-obatan di Kota Langsa yaitu Apotek Kimia Farma Langsa, khususnya kepada karyawan sikap tersebut harus lebih ditanamkan dan dikembangkan terus menerus. Oleh karena itu usaha ke arah peningkatan disiplin kerja bagi karyawan pada Apotek Kimia Farma Langsa dapat berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan perusahaan.
Perusahaan Obat Apotek Kimia Farma Langsa melaksanakan pembinaan disiplin bagi seluruh personil/karyawan yang mana perusahaan tersebut sekarang mempunyai 15 orang karyawan. dan menetapkan peraturan kedisiplinan di perusahaan.
Mengenai latar belakang yang menyebabkan diterapkannya peraturan kedisiplinan pada Apotek Kimia Farma Langsa adalah karena setiap para karyawan mempunyai pola dan tingkah laku yang berbeda-beda, begitu pula dengan kebutuhannya, oleh karena itu pola dan tingkah laku yang berbeda-beda itulah sebingga masalah terbesar yang sering dijumpai dalam perusahaan ini adalah pada bagian kepegawaian.
Diketahui bahwa karyawan atau pegawailah yang mengendalikan dan melakukan segala aktivitas kelancaran usaha. Karena pentingnya faktor karyawan terhadap kemajuan perusahaan ini, maka kepada para karyawan perlu diadakan suatu pembinaan  secara insentif dan berkesinambungan. Salah satu bidang pembinaan untuk mengembangkan para karyawan agar mereka bertindak seperti hal yang diharapkan melalui pembinaan kedisiplinan yang sehat dan baik berdasarkan kepentingan kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Dalam rangka pencapaian produktivitas yang tinggi yang juga merupakan tujuan perusahaan pada Apotek Kimia Farma Langsa, diperlukan adanya karyawan sebagai unsur bagian perusahaan yang mempunyai kesetiaan dan ketaatan kepada perusahaan sehingga diharapkan dapat bersatu padu, bermental, berwibawa, berdaya guna dan berhasil guna, bersih dan bermutu tinggi serta sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas perusahaan serta pengembangannya.
Dari beberapa hal penjabaran diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Pada Apotek Kimia Farma Langsa”.
B.        Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Penelitian dilakukan dengan :

1.      Tujuan penelitian
a.       Untuk mengetahui apakah penerapan disiplin kerja karyawan Apotek Kimia Farma Langsa telah berjalan lancar
b.      Untuk mengetahui  apakah ada pengaruh positif antara disiplin kerja yang diterapkan dengan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia Farma Langsa.
2.   Kegunaan penelitian
a. Guna memperoleh gambaran tentang teori–teori yang diperoleh Penulis selama di bangku kuliah dengan realita yang terjadi pada Apotek Kimia Farma Langsa.
b. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan Apotek Kimia Farma Langsa.
c. Untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Ekonomi, Jurusan Manajemen pada STIM PASE Langsa.

 

C.        Hipotesa

Anggapan sementara Penulis adalah diduga pengaruh disiplin kerja yang diterapkan oleh Apotek Kimia Farma Langsa akan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.

D.        Metode Pengumpulan Data
Dalam usaha untuk mendapatkan data serta berbagai informasi yang diperlukan dalam penulisan ini maka penulis mengadakan penelitian dengan cara:
1.      Penelitian Lapangan (Field Research)
Untuk mendapatkan data dan informasi  primer yang diperlukan dalam penulisan ini, penulis melakukan dengan cara :
a.       Wawancara
Yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penulis lakukan dengan pimpinan dan karyawan Apotek Kimia Farma Langsa.
b.      Observasi (Pengamatan)
Yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penting dilakukan dengan cara mengamati secara langsung pada Apotek Kimia Farma Langsa, yang kemudian menganalisanya secara ilmiah.
c Quesioner : merupakan pertanyaan-pertanyaan/angket yang Penulis sebarkan pada Apotek Kimia Farma Langsa untuk diisi oleh para karyawannya dan yang mana untuk menjadi data penelitian bagi Penulis.
Adapun responden adalah seluruh karyawan yang berada pada Apotek Kimia Farma Langsa yaitu sebanyak 15 orang adalah sebagai berikut:
Pimpinan                    =   1 orang
Karyawan tetap          =   7 orang
Karyawan harian        =   5 orang
Karyawan kontrak      =   2 orang
Total responden         =   15 orang
2.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Untuk memperoleh atau mendapatkan data sekunder yang merupakan pendukung data primer, maka penulis melakukan dengan cara mengutip pendapat-pendapat atau teori-teori dan pemahaman-pemahaman yang mepunyai kaitan dengan penulisan ini dengan cara membaca dan menyalin literatur-literatur pada Perpustakaan STIM Pase Langsa maupun menelaah buku-buku yang penulis miliki.

E.         Metode Analisa Data

Dalam upaya menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian dan menelaah dengan literatur-literatur yang ada, maka Penulis menggunakan dua macam cara menganalisa data, sebagai berikut:
1.      Metode Kwalitatif
Merupakan suatu metode analisa data yang akan diuraikan dan didukung oleh pendapat para ahli sebagai landasan teoritis.
2.      Metode Kwantitatif
Merupakan metode analisa data, dimana data yang akan diuraikan dalam bentuk angka–angka untuk mendukung analisa kwalitatif. Data yang mendukung metode kualitatif dalam bentuk quisioner yaitu metode angket, dengan cara membuat sejumlah pertanyaan yang dikirim kepada responden untuk diberikan jawaban dan kuisioner tersebut dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Package for Social Science), untuk setiap jawaban responden dari kuesioner digunakan skala likert yaitu 5 (sangat setuju/SS), 4 (setuju/S), 3 (netral/N), 2 (tidak setuju/TS), 1 (sangat tidak setuju/STS).

F.         Peralatan Analisa

Untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja dengan produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, penulis menggunakan analisa korelasi maka dipergunakan rumus analisa korelasi Sri Adiningsih (2001:216) sebagai berikut :


                              n
                              Σ    xiyi – nx y
                              1
r  =
n                        n
Σ  x2i – nx2        Σ  y2i – ny2
               1                        1



Dimana  :
r    =  Koefesien Korelasi
n    =  Jumlah responden
y i   =  produktivitas
x i   =  disiplin kerja
y    =  Nilai rata-rata dari y i
x      =  Nilai rata-rata dari x i
Dengan analisa tersebut dapat diketahui tingkat korelasi atau hubungan r  antara x i dan y i dengan ketentuan sebagai berikut :
Korelasi terletak antara -1 dan 1 :
-1    r     1
Dengan interpretasi :
(i)            Korelasi = -1; hubungan linier negatif sempurna
(ii)         Korelasi = 1; hubungan linier positif sempurna
(iii)       Korelasi = 0; tidak ada hubungan linier
(iv)        Semakin besar nilai korelasi absolut, semakin kuat hubungan linier antara  variabel random.
G.       Sistematikan Penulisan
Penulis akan menyajikan tulisan ini dalam beberapa bab yaitu sebagai berikut:
BAB   I    PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Hipotesa, Metode Penelitian, Metode Analisa Data, Peralatan Analisa, serta Sistematika Penulisan.
BAB  II   STUDI KEPUSTAKAAN
Berisikan Pengertian Disiplin Kerja, Faktor-faktor Pembinaan Disiplin,  Jenis-jenis Disiplin Kerja, Pengertian Produktivitas, Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas
  BAB III   HASIL PENELITIAN
Menguraikan tentang Karakteristik Responden, Identifikasi Disiplin Kerja, Identifikasi Produktivitas.
        BAB  IV PEMBAHASAN
Berisikan Analisa Penerapan Disiplin Kerja, Analisa Produktivitas, Analisa Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja  Terhadap Produktivitas Pada Apotek Kimia Farma Langsa.
        BAB  V   KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
Berisikan kesimpulan dan saran-saran dari bab-bab  terdahulu.




BAB  II
STUDI KEPUSTAKAAN

A. Pengertian Disiplin Kerja
Pembinaan disiplin dalam organisasi tetap harus diupayakan dengan cara-cara yang baik, efisien dan efektif. Oleh karena itu perlu diketahui apakah hakikat disiplin itu sendiri, faktor-faktor yang menunjang pembentukan dan pembinaannya serta segala sesuatu yang mempunyai hubungan atau kaitan yang erat dengan disiplin itu.
Menurut Martoyo (2000:151) untuk dapat memahami secara tepat tentang pembinaan disiplin, perlu dimengerti dengan jelas apa sebenarnya yang dimaksud dengan “disiplin” tersebut. Beberapa definisi adalah sebagai berikut:
a.       Discipline (n): Branch of instruction; mental dan moral training, adversity as affecting this; system of rules for conduct. (Dari: “The Concise Oxford Dictionary”).
b.      Discipline (v.t): Bring under control, train ti obedience and order, drill, whence. (Dari: “The Concise Oxford Dictionary”).
c.      Discipline (n): Training that produces ubderliness, obedience, self-control; result of such trainging in order, conduct, etc. (Dari: “New Gem Dictionary”).
Lanjutnya, kata disiplin itu sendiri dari bahasa Latin “discipline” yang berarti: “latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat”.

Selama perusahaan telah mempunyai peraturan dalam perusahaan, dan telah disepakati bersama, maka pelanggaran terhadap peraturan permainan ini haruslah dikenakan tindakan pendisiplinan.
Pembinaan disiplin dalam organisasi tetap harus diupayakan dengan cara-cara yang baik, sefisien dan efektif.
Menurut Sinungan (2003:135) disiplin adalah sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan. Disiplin dalam hubungan kerja sangat erat kaitannya dengan motivasi. Disiplin dapat dikembangkan melalui suatu latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu, tenaga dan biaya.

Dari definisi-definisi mengenai disiplin kerja tersebut diatas jelas bahwa arah dan tujuan disiplin pada dasarnya adalah “keharmonisan” dan “kewajaran” kehidupan kelompok atau organisasi, baik organisasi formal maupun nonformal.

B.    Faktor-faktor Pembinaan Disiplin Kerja
Dengan telah dipahami pengertian disiplin, maka perlu dipahami pula faktor-faktor yang dapat menunjang pembinaan disiplin.
Menurut Martoyo (2000:152), faktor-faktor pembinaan disiplin kerja yaitu :
a.   Motivasi
b.  Pendidikan dan latihan
c.  Kepemimpinan
d.  Kesejahteraan
e.  Penegakan disiplin lewat hukum (law enforcement)
   
    Menurut Sinungan (2003:150), ada tiga faktor yang memberikan dasar penting untuk pengembangan disiplin ialah sebagai berikut:
a.  Pendidikan umum dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi
b. Pendidikan politik guna membudayakan kehidupan berdasarkan konstitusi. Demografi Pancasila dan Hukum. Kesadaran hukum kunci penting untuk menegakkan disiplin
c. Pendidikan Agama yang menuju kepada pengendalian diri (self  control) yang merupakan hakikat disiplin, nilai agama tidak boleh dipisahkan dari setiap aktivitas manusia


C.        Jenis-jenis Disiplin Kerja
Bagi suatu organisasi atau perusahaan disadari sepenuhnya bahwa disiplin kerja sangat perlu bagi jalannya perusahaan. Dibawah ini dapat dilihat jenis-jenis disiplin kerja yaitu sebagai berikut.
Menurut Sondang (2002:305) terdapat dua jenis disiplin dalam organisasi, yaitu yang bersifat preventif dan yang bersifat korektif.
Pendisiplinan Preventif, adalah tindakan yang mendorong karyawan untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar yang ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan penjelasan tentang pola sikap, tindakan dan perilaku yang diinginkan dari setiap anggota organisasi diusahakan pencegahan jangan sampai para karyawannya berperilaku negatif.
Pendisiplinan Korektif, jika ada karyawan yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang berlaku atau gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan, kepadanya dikenakan sanksi disipliner.

Menurut Martoyo (2000:154), tipe pendekatan kedisiplinan adalah sebagai berikut:
1.  Disiplin prefentif, ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud untuk mendorong para karyawan agar sadar mentaati berbagai standar dan aturan, sehingga dapat dicegah berbagai penyelewengan atau pelanggaran.
2.  Disiplin korektif, ini merupakan kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran yang telah terjadi terhadap aturan-aturan dan coba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut.

Agar berbagai tahap pendisiplinan, Sondang (2002:306) mengatakan yang dimaksud dengan tahap pendisiplinan adalah dengan mengambil berbagai langkah yang bersifat pendisiplinan, mulai dari yang paling ringan hingga kepada yang terberat. Misalnya dengan:
a.       peringatan lisan oleh penyelia
b.      pernyataan tertulis ketidakpuasan oleh atasan langsung
c.      penundaan kenaikan gaji berkala
d.      penundaan kenaikan pangkat
e.      pembebasan dari jabatan
f.       pemberhentian sementara,
g.      pemberhentian atas pemintaan sendiri
h.      pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, dan
i.        pemberhentian tidak dengan hormat


D.         Pengertian Produktivitas
Produktivitas kerja yang tinggi merupakan hal yang sangat diharapkan oleh perusahaan atau instansi. Berikut beberapa pendapat mengenai produktivitas:
Kemudian Sinungan (1998:9) mendefinisikan Produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit.
Selanjutnya Sumarsono (2003:62), mendifinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara apa yang dihasilkan dengan apa yang dimasukkan, produktivitas adalah rasio antara keluaran dengan masukan, dan  produktivitas adalah keinginan (the will) serta upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang.

Pengertian Produktivitas yang dikemukakan oleh Sinungan (2003:16) dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.       Rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas tidak lain ialah ratio daripada apa yang dihasilkan (out put) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input).
b.      Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
c.      Produktivitas merupakan interaksi terpadu secara serasi dan tiga faktor esensial, yakni investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi serta riset, manajemen, dan tenaga kerja.

Menurut Sumarsono (2003:62), Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dapat dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan persatuan waktu. Secara umum dapat diartikan sebagai perbandingan antara apa yang dihasilkan dengan apa yang dimasukkan.
Kemudian Sinungan (1998:9) mendefinisikan Produktivitas adalah penggunaan intensif terhadap sumber-sumber konvensi seperti tenaga kerja dan mesin yang diukur secara tepat dan benar-benar menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi.
Dari beberapa pandangan tersebut diatas menunjukkan bahwa produktivitas sangat berbeda dengan intensitas tenaga kerja, intensitas jumlah yang dapat dianggap sebagai percepatan kerja.

E.         Faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas
Kenaikan Produktivitas berarti pekerja dapat menghasilkan lebih banyak pada waktu yang sama. Kemampuan dan lingkungan kerja dalam melaksanakan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga karyawan akan mempunyai tingkat produktivitas yang berbeda-beda.
Ada berbagai pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah sebagai berikut:
Menurut Sinungan (2003:56), ada 8 faktor-faktor produktivitas yang umum yakni:
1.      Manusia
2.      Modal
3.      Metode/Proses
4.      Lingkungan organisasi (internal)
5.      Produksi
6.      Lingkungan negara (eksternal)
7.      Lingkungan internasional maupun regional
8.      Umpan balik

Faktor-faktor ini dapat dipandang sebagai sub sistem untuk menunjukkan potensi dari faktor-faktor tersebut.
Menurut Vincent Gaspersz (2000:70), Faktor penyebab turunnya produktivitas antara lain :
1.      Ketidakmampuan manajemen dalam mengukur, mengevaluasi dan mengelola produktivitas perusahaan.
2.      Motivasi karyawan yang rendah karena sistem pengakuan dan penghargaan yang diberikan tidak berkaitan dengan produktivitas dan tanggung jawab dari karyawan itu.
3.      Pengiriman produk yang sering terlambat karena ketidakmampuan memenuhi jadwal yang ditetapkan.
4.      Peningkatan biaya-biaya untuk proses produksi.
5.      Pemborosan penggunaan sumber-sumber daya material, tenaga kerja, energi, modal, waktu dan informasi.
6.      Terdapat konflik-konflik dan hambatan dalam tim kerja sama yang tidak terpecahkan, sehingga menimbulkan ketidakefektifan dalam kerja sama dan partisipasi total karyawan.
7.      Ketiadaan sistem pendidikan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnik-tehnik peningkatan kualitas dan produktivitas.
8.      Kegagalan perusahaan untuk selalu menyesuaikan diri dengan tingkat peningkatan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam industri.
9.      Ketiadaan sistem keamanan lingkungan kerja sehingga menimbulkan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi.  
 
Selanjutnya Sumarsono (2003:62), faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan perusahaan dapat digolongkan dalam 3 kelompok, (1) menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan, (2) sarana pendukung, (3) supra sarana.



BAB  III
HASIL PENELITIAN

A.         Karakteristik Responden
Pengambilan sampel secara random/acak untuk menganalisa data dengan menyebarkan  15 lembar angket berupa pertanyaan kepada para respoden dengan komposisi sebagai berikut:
Pimpinan                    =   1 orang      = 6.67%
Karyawan tetap          =   7 orang      = 46.67%
Karyawan harian        =   5 orang      = 33.33%
Karyawan kontrak      =   2 orang      = 13.33%
Total responden         =   15 orang    = 100%
Apotek Kimia Farma Langsa menggunakan sistem jam kerja  aplusan/shift sebanyak 3 shift. yaitu:
-         Jam 06.30 – 14.30 wib
-         Jam 14.30 – 22.30 wib
-         Jam 22.30 – 06.30 wib
Sistem aplusan/shift ini di lakukan pertukaran seminggu sekali untuk menghindari kejenuhan karyawan dalam bekerja.
Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai karakteristik responden pada Apotek Kimia Farma Langsa dapat dilihat pada tabel III-1 berikut ini.


19
 
 

Berdasarkan Tabel III-1 tersebut dapat dijelaskan mengenai sekilas tentang karakteristik responden pada Apotek Kimia Farma Langsa sebagai berikut:
Para responden mendominasi umur berkisar antara 31 sampai dengan 40 tahun sebanyak 9 orang (60,0%), kemudian yang berumur di antara 21 sampai dengan 30 tahun sebanyak 3 orang (20,0%), demikian juga dengan yang berumur di atas 40 tahun sebanyak 3 orang (20,0%).
Jenis Kelamin para responden Apotek Kimia Farma Langsa didominasi oleh perempuan sebanyak 8 orang (53,3%), dan sisanya oleh laki-laki yang hampir sebanding dengan jumlah perempuan yaitu sebanyak 7 orang (46,7%).
Mengenai Status para responden diketahui dari hasil sebar kuesioner kebanyakan berstatus kawin 12 orang responden (80,0%) sedangkan sisanya sebanyak 3 orang responden atau sebesar 20,0% tidak kawin.
Responden yang mempunyai pendidikan terakhir setaraf SLTA/Sederajat mendominasi pada Apotek Kimia Farma Langsa ini yaitu terdata sebanyak 9 orang atau sebesar 60,0% dan sisanya sebanyak 6 orang (40,0%) diketahui mempunyai ijazah terakhir Sarjana (S1).
Selanjutnya dapat diketahui pula masa kerja para responden kebanyakan adalah di atas 4 sampai dengan 7 tahun sebanyak 6 orang (40,0%), diikuti yang telah bekerja selama lebih dari 2 sampai dengan 5 tahun sebanyak 5 orang (33,3%), kemudian diketahui pula yang mempunyai masa kerja di atas 7 tahun ada sebanyak 3 orang (20,0%), dan sisanya yang memiliki masa kerja di antara 0 sampai dengan 2 tahun hanya ada 1 orang saja yaitu sebesar 6,7%.
Dapat diinformasikan pula mengenai pendapatan per bulan para responden didominasi oleh yang berpenghasilan di atas Rp1.250.000,- sampai dengan Rp1.850.000,- sebanyak 6 orang (40,0%), diikuti oleh yang berpenghasilan di atas Rp1.850.000,- sampai dengan Rp2.250.000,- sebanyak 4 orang (26,7%), kemudian yang berpenghasilan di atas Rp850.000,- sampai dengan Rp1.250.000,- sebanyak 3 orang (20,0%) dan yang berpenghasilan di bawah Rp850.000,- dan di atas Rp2.250.000,- masing-masing hanya ada 1 orang saja atau hanya sebesar 6,7%.

B.         Komunikasi yang digunakan
Berbagai alat komunikasi digunakan pada Apotek Kimia Farma Langsa guna memberikan kenyamanan dan mempermudah arus komunikasi pada Apotek ini. Selain itu komunikasi yang mengalir baik dari atasan ke bawahan, atau sebaliknya mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari para karyawan. Adapun dalam penelitian ini pengukuran mengenai komunikasi diantaranya mengenai diskusi, prestasi, fasilitas-fasilitas, komunikasi bawahan dengan atasan dan sebaliknya serta informasi dan hobi.
Untuk lebih jelasnya mengenai komunikasi di Apotek Kimia Farma Langsa pada tahun 2008 dapat dilihat seperti berikut.
Berdasarkan Tabel III-2 tersebut dapat dijelaskan mengenai komunikasi yang digunakan pada Apotek Kimia Farma Langsa tahun 2008 sebagai berikut:
Diskusi yang dilakukan atasan dengan para karyawan mengenai cara menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan karyawan pada Apotek Kimia Farma ini, mendapat respon tertinggi dari 8 orang responden (53,3%) memberikan jawaban tidak sedangkan sisanya sebanyak 7 orang responden lagi menyatakan ya (46,7%).
Sebahagian besar para responden menjawab ya mengenai atasan memberitahukan tentang prestasi-prestasi kerja para karyawannya yang baik maupun yang buruk, jawaban ya tersebut didukung oleh sebanyak 9 orang responden (60,0%) sedangkan sisanya memberikan tanggapan dengan jawaban tidak sebanyak 6 orang responden (40,0%).
Masalah mengenai terdapatnya fasilitas yang memadai (misalnya intercom, telepon, faximili (fax), telex, dan surta-surat, memo) mendapat respon tertinggi dari 14 orang responden (93,3%) menyatakan ya dan sisanya hanya 1 orang responden saja yang menyatakan tidak (6,7%) mengenai hal ini.
Sedangkan mengenai fasilitas yang memadai (misalnya peralatan kerja, buku pedoman dsb) yang mendukung pekerjaan karyawan mendapat respon terbanyak menyatakan ya yaitu ada 11 orang (73,3%) dan sisanya memberi respon dengan jawaban tidak sebanyak 4 orang (26,7%).
Pendapat responden mengenai komunikasi yang terjalin di antara sesama pegawai dan juga dengan atasan, direspon dengan jawaban terbanyak yaitu 11 orang menyatakan ya (73,3%) sedangkan sisanya sebanyak 4 orang saja (26,7%) yang menanggapi dengan jawaban tidak.
Adapun mengenai atasan karyawan yang memberikan informasi-informasi mengenai peluang-peluang pelatihan (training) selama masa kerja ditanggapi dengan responden sejumlah 13 orang (86,7%) menyatakan ya yang merupakan jawaban terbanyak dan sisanya hanya ada 2 orang responden saja yang menyatakan tidak atau sebesar (13,3%).
Berkaitan dengan atasan yang pernah menceritakan kepada karyawan mengenai kegiatannya diluar jam kantor serta hobi dan minatnya mendapat tanggapan terbanyak dengan jawaban ya 8 orang (53,3%) dan sebagian lagi sisanya menyatakan tidak yaitu sejumlah 7 orang responden (46,7%).
Mengenai atasan yang memberitahukan dengan jelas perubahan-perubahan kebijaksanaan di Apotek Kimia Farma ini, ditanggapi dengan jawaban tertinggi dari sejumlah 11 orang responden (73,3%) dan sebahagian kecil sisanya yaitu sejumlah 4 orang responden menyatakan tidak (26,7%).
C.         Produktivitas Kerja Karyawan
Apotek Kimia Farma Langsa dengan memiliki modal berbagai sumber daya, terus menerus berusaha agar dapat menggerakkan sumber daya tersebut menjadi sumber daya yang produktif. Oleh karena itu, usaha-usaha yang konkrit untuk mendorong peningkatan produktivitas tenaga manusia (karyawannya) adalah dapat dilihat pada tabel III-3 dengan penjelasan sebagai berikut:
Tanggapan para responden mengenai kepemimpinan sekarang sesuai dengan harapan karyawan mendapat jawaban terbanyak sejumlah 10 orang responden yang menanggapi pernyataan ini dengan jawaban ya (66,7%) dan sisanya menanggapi dengan jawaban tidak sejumlah 5 orang responden (33,3%).
Mengenai system kepemimpinan yang ada sekarang mendukung terhadap peningkatan karier para karyawan, mendapat jawaban tertinggi dari 9 orang responden dengan jawaban tidak (60,0%), dan sisanya sebanyak 6 orang responden memberikan tanggapan ya (40,0%).
Atasan yang bersikap bijaksana dalam memperlakukan bawahannya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan (misalnya pemberian tugas, penerapan sanksi dsb) direspon dengan jawaban terbanyak 8 orang (53,3%) memberikan jawaban ya dan sisanya sebagian lagi yaitu sejumlah 7 orang responden menanggapi dengan jawaban tidak (46,7%).


Mengenai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab para karyawan telah sesuai dengan keinginan, mendapat tanggapan tertinggi dari 9 orang responden dengan jawaban ya (60,0%) dan sisanya menanggapi dengan jawaban tidak sebanyak 6 orang responden atau sebesar 40,0%.
Tingkat produktivitas tenaga kerja dipantau dan diukur secara berkala pada seluruh bagian, mendapat tanggapan tertinggi dari responden Apotek Kimia Farma Langsa yaitu sebanyak 8 orang menyatakan ya atau sebesar 53,3%) dan sisanya menyatakan tidak yaitu sebanyak 7 orang responden atau sebesar 46,7%.
Adapun mengenai pekerjaan yang dilaksanakan sebagai tanggung jawab karyawan dirasakan dapat mendukung peningkatan komunikasi yang diharapkan oleh karyawan, mendapat jawaban tertinggi sebanyak 11 orang yang menyatakan ya (73,3%), sedangkan sejumlah 4 orang karyawan menyatakan tidak mengenai hal ini atau sebesar 26,7%.
Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab karyawan telah sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing karyawan ditanggapi oleh para responden dengan memberikan jawaban ya dari sebanyak 9 orang responden (60,0%) dan sisanya sebanyak 6 orang responden menanggapi dengan jawaban tidak (40,0%).

BAB  IV
PEMBAHASAN

A.         Analisa Penerapan Disiplin Kerja
Bentuk organisasi Apotek Kimia Farma Langsa terlihat fleksibel menurut kebutuhannya juga garis wewenang yang diberikan cukup jelas yang akhirnya akan dapat mencapai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam organisasi. Disamping itu juga koordinasi dan pengawasan yang dilakukan tidak akan sulit untuk dilaksanakan.
Kunci sukses dari usaha mencapai iklim hubungan kerja yang baik adalah dengan saling mengerti antara pimpinan dan bawahan dalam suatu proses pendisiplinan kerja.
Penerapan disiplin kerja pada perusahaan ini ditandai dengan adanya program-program yang telah dijalankan antara lain:
1.      Mengorganisir kebijakan disiplin dan prosedur kerja
2.      Menyeragamkan pelaksanaan peraturan disiplin
3.      Pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki harus berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan pendisiplinan kerja
4.      Tingkah laku harus diambil yang cocok dengan perilaku dan penampilan yang berdisiplin
5.      Usaha manajemen baru yang berhubungan dengan tenaga kerja, semuanya harus diubah sesuai dengan kebijakan disiplin dan personalia.
Demikian juga dalam melakukan langkah-langkah pelaksanaan disiplin karyawan, dicapai dengan cara memberikan sanksi-sanksi terhadap pelanggarar disiplin, sanksi-sanksi itu berupa:
1.      Peringatan lisan, dilakukan oleh atasan langsung dan/atau yang lebih tinggi, peringatan lisan ini dilakukan sebelum dikeluarkan surat peringatan secara tertulis.
2.      Peringatan tertulis, adalah surat teguran yang dikeluarkan oleh pejabat perusahaan kepada karyawan karena pelanggaran atas kerentuan tata tertib/disiplin kerja yang berlaku, yaitu mulai dari Surat Peringatan (SP) I, SP II, dan SP III, dan apabila masih dilanggar, maka karyawan tersebut dikenakan tindakan skorsing.
3.      Pembebasan tugas (Skorsing), yang dikenakan pada karyawan apabila telah mendapat SP III, atau tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut, ditahan sementara oleh pihak berwajib dan melakukan kesalahan/kekeliruan yang tidak dapat diterima oleh atasan/perusahaan. Apabila hal ini masih juga dilanggar oleh karyawan maka akan dilakukan pemecatan (PHK).
4.      Pemecatan, yang merupakan berakhirnya hubungan kerja dengan perusahaan disebabkan, karena kesalahan/pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan, karyawan meninggal dunia, tidak mampu bekerja karena sakit, berhenti atas permintaan sendiri, dan karena kondisi usaha perusahaan.
Tahap-tahap tindakan diatas dilakukan oleh perusahaan Apotek Kimia Farma Langsa dengan tidak menganggu kerja dan perasaan karyawan lainnya.

B.         Analisa Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja  Terhadap Produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa

Keberadaan Apotek Kimia Farma Langsa senantiasa di dukung oleh para karyawan, yang tetap berjalan diatas peraturan perusahaan sehingga dengan kedisiplinan para karyawannya dalam bekerja, telah dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Hal ini dibuktikan perhitungan koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel IV-1 berikut yang menunjukkan hasil perhitungan analisa regresi mengenai pengaruh penerapan disiplin kerja terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa tahun 2004.

TABEL IV-1

HASIL ANALISA REGRESI PENGARUH
PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS
PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA
TAHUN 2003




Variabel
 B
 t-hitung
 t-significant
Disiplin
          0,469
5.199        
 0,000
Konstan
 14,414
4,531 
                      0,001
R
          0,822


R Square
          0,675


Adjusted R Square
          0,650


         Sumber : Tabel III-2, dan Tabel III-3 (diolah)
Berdasarkan tabel IV-1 diatas diketahui bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0.822 ini berarti keeratan hubungan antara variabel terikat yaitu produktivitas (yi) dengan variabel bebas yaitu disiplin kerja (xi) adalah tinggi atau kuat dan positif.
Sementara itu koefisien determinasi (R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan bahwa 67.50% produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan sisanya sebesar 32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga seperti faktor pengupahan, kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain sebagainya.
Nilai F-hitung dengan tingkat significant 95% diperoleh 27,029. Dengan demikian F-hitung > F significant yaitu 27,029 > 0,000 yang berarti penerapan disiplin berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa (lihat lampiran I).
Sementara t-hitung dengan tingkat significant 95% untuk masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut :
Untuk variabel disiplin diperoleh angka sebesar 5,199 dengan demikian dapat dijelaskan t-hitung > t significant yaitu 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, jadi hal ini secara parsial significant pada 95%.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan tersebut dapat dilihat bahwa variabel penerapan disiplin kerja mempunyai tingkat hubungan yang erat dan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menghasilkan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia Farma Langsa.
BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

A.         KESIMPULAN
Berdasarkan analisis pada bagian sebelumnya dapat ditarik kesimpulan adalah sebagai berikut:
1.      Dari berbagai pengertian disiplin dan produktivitas dapat disimpulkan bahwa disiplin mendorong produktivitas atau disiplin merupakan saranan penting untuk mencapai produktivitas, yang mana proses menuju kearah tersebut berkaitan erat dengan pengembangan sumber daya manusia, yakni : proses transformasi potensi manusia menjadi kekuatan efektif untuk mencapai tujuan tertentu.
2.      Sementara itu koefisien determinasi (R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan bahwa 67.50% produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan sisanya sebesar 32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga seperti faktor pengupahan, kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain sebagainya.
3.      Untuk variabel disiplin diperoleh angka sebesar 5,199 dengan demikian dapat dijelaskan t-hitung > t significant yaitu 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, hal ini secara parsial significant pada 95.
4.      Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan tersebut dapat dilihat bahwa variabel penerapan disiplin kerja mempunyai tingkat hubungan yang erat dan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menghasilkan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia Farma Langsa. Sehingga hipotesa yang menyatakan disiplin kerja yang diterapkan oleh Apotek Kimia Farma Langsa diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya adalah diterima.

B.        Saran-saran
1. Sebaiknya Apotek Kimia Farma Langsa tidak terlalu ketat dalam menerapkan disiplin kerja bagi karyawan, karena hal ini dapat mengganggu jiwa karyawan karena merasa tertekan sehingga dapat menurunkan produktivitas demikian juga sebaliknya jika perusahaan menerapkan disiplin kerja yang lunak dan tidak efektif menyumbang adanya moral yang rendah dan juga akan mengurangi produktivitas kerja karyawan.
2. Hendaknya Apotek Kimia Farma Langsa menyederhanakan mekanisme kerja ataupun prosedur kerja dalam organisasi, sehingga tidak berliku-liku dan tidak menentu, sehingga dengan prosedur kerja yang sederhana dan mudah dapat dilaksanakan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
3. Hendaknya perusahaan mengupayakan agar seluruh karyawan senantiasa mempunyai kesibukan kerja, baik fisik maupun fikiran (nonfisik), sehingga kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik atau melanggar disiplin kerja dapat dihindarkan.
4. Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan dan mungkin saja mengandung kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam proses penentuan variabel, pembuatan daftar pertanyaan dan proses pengumpulan data. Bagi pihak lain yang ingin mengadakan penelitian ini lebih lanjut agar dapat menyempurnakannya guna mendapat hasil yang lebih baik.











DAFTAR  KEPUSTAKAAN


Adiningsih, Sri, DR, Statistik, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta, 2001.


Gaspersz, Vincent, Dr, M.St., CIQA, CPIM, (2000), Managemen Produktifitas Total, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta


Martoyo, Susilo, Kolonel Kal. (Purn), SE, (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi 4, BPFE, Yogyakarta.


Robert L. Mathis, John H. Jackson, (2001), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 1, Penerbit Salemba, Jakarta


Sinungan, Muchdarsyah, (1998), Produktivitas, Penerbit Bina Aksara, Jakarta


Sukirno Sadono, (1998), Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Jakarta.


Sondang, P. Siagian, MPA Prof, (2002), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Bumi Aksara, Jakarta.


Sumarsono, Sonny, Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

LAMPIRAN  I

DAFTAR PERTANYAAN

PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA
APOTEK KIMIA FARMA LANGSA

Petunjuk
1.  Berilah tanda silang (x) untuk jawaban yang dipilih dan dianggap benar
2.  Perlu diketahui bahwa jawaban dari Bapak/Ibu/ Saudara akan digunakan  sebagai data penelitian tugas akhir skripsi sehingga tidak memliliki dampak negatif teradap siapapun, hanya saja untuk memberikan masukan kepada instansi yang bersangkutan
3.  Untuk pertanyaan terbuka dijawab sesuai dengan pendapat Bapak/ Ibu/ saudara.
4. Atas kesediaan dan kerja sama Bapak/Ibu/Saudara untuk menjawab semua pertanyaan ini saya ucapkan terima kasih.

A. Identitas Responden
1. Nama                                  :

2. Jenis Kelamin                    : a. Laki-laki
  b. Perempuan

3. Tingkat Pendidikan            : a. SMA/Sederajat
                                                  b. Sarjana

4. Masa Kerja (tahun)           : a. 0 – 5
                                                  b. 6 – 15
                                                  c. 13 – 17

5. Penghasilan                        : a. < Rp399.000,-
                                                  b. Rp400.000,-  – Rp599.000,-
                                                  c. > Rp600.000,-

 





Paling Banyak Diminati