PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA
APOTEK KIMIA FARMA LANGSA
S K R I P S I
Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat
Guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase
O l e h
MUZAKKIR
NPM : 99.1.0784
JURUSAN : MANAJEMEN
PROGRAM STUDI : STRATA SATU (S1)
SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN
(STIM) PASE LANGSA
2006
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PENGARUH PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA“, guna memenuhi persyaratan menempuh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa. Serta tak lupa pula kita sanjung sajikan selawat dan salam keharibaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari jalan kebodohan menuju jalan yang berilmu pengetahuan.
Pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kepada:
1. Keluarga
yaitu orang tua, saudara-saudara tercinta yang telah banyak memberikan dukungan
dan doa serta memotivasi penulis untuk mengikuti pendidikan ini hingga
selesainya penulisan skripsi ini.
2. Bapak
Drs. H. Said Yunus, MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase
Langsa dan sebagai Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk
memberikan petunjuk sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan.
3. Bapak
Drs. Abdul Jalil Ali, selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak meluangkan
waktu dan memberi bimbingan hingga terselesaikannya Skripsi ini.
4. Bapak
Saifuddin Puteh, SE, MM, selaku Pembantu Ketua Bidang Akademik STIM Pase Langsa
sekaligus Dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan
hingga terselesainya penulisan skripsi ini
4. Bapak/Ibu
Dosen pada STIM Pase Langsa, yang telah banyak membekali penulis dalam berbagai
disiplin ilmu.
5. Bapak
Pimpinan Apotek Kimia Farma Langsa beserta para karyawan yang telah membantu
memberikan data dalam proses penyelesaian skripsi ini.
6. Rekan-rekan
seperjuangan yang telah menyumbangkan pikiran dan saran-saran ke arah
penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan-kekurangan dan kekeliruan baik
dalam susunan kata maupun isinya. Oleh sebab itu penulis dengan segala senang
hati menerima sumbangan pikiran dari
semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.
Atas segala jerih payah dan bantuan
yang diberikan itu, penulis tidak dapat membalasnya, semua ini penulis serahkan
kepada Allah SWT semoga kita tetap berada dalam lindungan-Nya. Amiin ya rabbal
‘alamiin.
Langsa,
2006
Penulis,
MUZAKKIR
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
ABSTRAKSI......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL.................................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... vi
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang Permasalahan............................................................. 1
B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian......................................................... 5
C. Hipotesa............................................................................................... 5
D. Metode Pengumpulan Data................................................................ 6
E. Metode Analisa
Data……………………………….. .................. 7
F. Peralatan AnalisA................................................................................. 8
G. Sistematika Penulisan........................................................................ 10
BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN..................................................................... 11
A. Pengertian Disiplin Kerja ................................................................ 11
B. Faktor-faktor Pembinaan
Disiplin Kerja......................................... 12
C. Jenis-jenis Disiplin Kerja................................................................ 13
D. Pengertian Produktivitas.................................................................. 14
E. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Produktivitas........................... 15
BAB III
HASIL PENELITIAN.......................................................................... 18
A . Karakteristik Responden ................................................................. 18
B . Identifikasi Disiplin Kerja................................................................ 20
C. Identifikasi Produktivitas dan Target
Produksi.............................. 23
BAB IV
PEMBAHASAN.................................................................................. 26
A. Analisa Penerapan Disiplin Kerja...................................................... 26
B. Analisa Pengaruh Penerapan
Disiplin Kerja terhadap
Produktivitas Pada Apotek Kimia Farma Langsa ........................... 28
BAB V
KESIMPULAN dan SARAN-SARAN................................................ 31
A. Kesimpulan........................................................................................ 31
B. Saran-Saran........................................................................................ 32
DAFTAR KEPUSTAKAAN............................................................................... 34
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 35
ABSTRAKSI
PENGARUH
PENERAPAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP PRODUKTIVITAS
PADA
APOTEK KIMIA
FARMA LANGSA
Nama : MUZAKKIR
Nim : 99.1.0784
Pembimbing I : Drs. H. Said Yunus, MM
Pembimbing II : Drs. Abdul Jalil Ali
Apotek Kimia Farma Langsa merupakan satu Apotek di Kota Langsa yang
menyediakan bebagai jenis obat-obatan khususnya untuk masyarakat kota Langsa. Perusahaan
ini melaksanakan disiplin bati keseluruhan karyawan dan menetapkan peraturan kedisiplinannya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
penerapak kedisiplinan kerja dan apakah ada pengaruh positif terhadap
produktivitas kerja karyawan. Sedangkan keguanaan penelitian adalah untuk
membandingkan antara teori dengan realita yang terjadi sebenarnya.
Dalam menganalisa permasalahan tersebut diatas dilakukan penghitungan
dengan peralatan analisa yaitu analisa Korelasi dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science)
Sehingga dari hasil perhitungan
dengan menggunakan peralatan analisa diatas maka didapat koefisien determinasi
(R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan bahwa 67.50%
produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan sisanya sebesar
32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga
seperti faktor pengupahan, kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain
sebagainya.
Sedangkan untuk membuktikan hipotesa dilakukan dengan menggunakan analisa
t hitung yaitu diperoleh angka sebesar 5.199 yang lebih besar dari t
significant yaitu 0.000 ata 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin kerja
berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma
Langsa, jadi hal ini secara parsial significant pada 95%.
Sehingga hipotesa yang menyatakan disiplin kerja yang diterapkan oleh
Apotek Kimia Farma Langsa diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas
kerja karyawannya adalah diterima.
DAFTAR TABEL
TABEL Halaman
III-1 KARAKTERISTIK RESPONDEN PADA APOTEK
KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003........................................... 19
III-2 IDENTIFIKASI DISIPLIN KERJA PADA APOTEK
KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003.......................................... 21
III-3 IDENTIFIKASI PRODUKTIVITAS PADA APOTEK
KIMIA FARMA LANGSA TAHUN 2003........................................... 23
IV-1 HASIL ANALISA REGRESI PENGARUH PENERAPAN
DISIPLIN KERJA PADA APOTEK KIMIA FARMA
LANGSA TAHUN 2003........................................................................ 28
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN
Halaman
I
DAFTAR PERTANYAAN PENGARUH PENERAPAN
DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS
PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA............................... 35
II
REGRESSION............................................................................... 37
III
DAFTAR HASIL JAWABAN RESPONDEN.............................. 41
IV PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI................................. 42
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Permasalahan
Potensi sumber daya manusia pada hakikatnya adalah
merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional. Namun selama ini masih
dirasakan bahwa potensi sumber daya manusia tersebut belum dapat dimanfaatkan secara
optimal mengingat sebagian besar
daripada angkatan kerja yang mempunyai tingkat ketrampilan dan pendidikan
relatif masih rendah, yang berakibat pula terhadap rendahnya pendapatan dan
kesejahteraannya.
Keadaan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap
sikap mental tenaga kerja di lingkungan kerjanya yang berakibat pada rendahnya
tingkat pendapatan dan kesejahteraannya.
Dalam rangka pembentukan sikap mental dan sikap sosial
yang dilandasi semangat Hubungan Industrial Pancasila (HIP) di kalangan karyawan
dan pengusaha, maka sangat diperlukan keterbukaan dan kejujuran antara kedua
belah pihak yang berpedoman kepada falsafah Tri Darma yang dapat menciptakan
iklim merasa ikut memiliki (sense of belonging), merasa ikut bertanggung jawab
(sense of responsibility), dan selalu merasa mawas diri (sense of self
correction)
Antara pihak pengusaha dan karyawan yang timbul
sebagai suatu kebutuhan dan bukan merupakan sesuatu yang dipaksakan.
Namun mengingat karena masyarakat Indonesia mempunyai
Budaya yang majemuk (Pruralitis) dan adanya pengaruh budaya asing sebagai
akibat politik pintu terbuka pada bidang ekonomi maka hal tersebut dapat
menghambat terwujudnya sikap mental dan sikap sosial karyawan dan pengusaha
dalam melaksanakan HIP.
Untuk itu perlu disusun tuntunan motivasi, disiplin
dan etika kerja di lingkungan perusahaan ke arah terwujudnya Hubungan
Industrial yang selaras, aman dan dinamis sehingga dapat meningkatkan produksi
dan produktivitas kerja.
Pembentukan sikap mental karyawan dan pengusaha yang
memiliki semangat produksi dan produktivitas yang tinggi dalam suasana hubungan
dan kerja sama yang serasi, selaras serta seimbang antara para pelaku proses
produksi dengan dilandasi jiwa dan semangat Hubungan Industrial Pancasila.
Dalam hubungan ini maka untuk menjalin kerja sama yang
lebih serasi antara karyawan dan pengusaha maka masing-masing pihak perlu
meningkatkan rasa tanggung jawab, rasa ikut memiliki dan keberanian mawas diri
dalam rangka kelangsungan hidup perusahaan seperti apa yang diharapkan.
Pembinaan disiplin bukan hanya penting bagi kehidupan
militer (yang memang mutlak bagi kehidupan militer) namun pada prinsipnya ialah
masalah setiap orang dan merupakan bagian dari manajemen yang sangat penting.
Manajemen apa saja dalam pelaksanaannya memerlukan disiplin dari segenap aparat
organisasi. Bahkan disiplin, moral dan tanggung jawab dalam organisasi
merupakan kesatuan yang terpadu, artinya tak dapat dipisah-pisahkan satu sama
lain, meskipun dapat dibeda-bedakan.
Perusahaan yang dalam kesehariannya menyediakan
berbagai jenis obat-obatan di Kota Langsa yaitu Apotek Kimia Farma Langsa,
khususnya kepada karyawan sikap tersebut harus lebih ditanamkan dan
dikembangkan terus menerus. Oleh karena itu usaha ke arah peningkatan disiplin
kerja bagi karyawan pada Apotek Kimia Farma Langsa dapat berjalan dengan baik
sesuai dengan keinginan perusahaan.
Perusahaan Obat Apotek Kimia Farma Langsa melaksanakan
pembinaan disiplin bagi seluruh personil/karyawan yang mana perusahaan tersebut
sekarang mempunyai 15 orang karyawan. dan menetapkan peraturan kedisiplinan di
perusahaan.
Mengenai latar belakang yang menyebabkan diterapkannya
peraturan kedisiplinan pada Apotek Kimia Farma Langsa adalah karena setiap para
karyawan mempunyai pola dan tingkah laku yang berbeda-beda, begitu pula dengan
kebutuhannya, oleh karena itu pola dan tingkah laku yang berbeda-beda itulah
sebingga masalah terbesar yang sering dijumpai dalam perusahaan ini adalah pada
bagian kepegawaian.
Diketahui bahwa karyawan atau pegawailah yang
mengendalikan dan melakukan segala aktivitas kelancaran usaha. Karena
pentingnya faktor karyawan terhadap kemajuan perusahaan ini, maka kepada para
karyawan perlu diadakan suatu pembinaan
secara insentif dan berkesinambungan. Salah satu bidang pembinaan untuk
mengembangkan para karyawan agar mereka bertindak seperti hal yang diharapkan
melalui pembinaan kedisiplinan yang sehat dan baik berdasarkan kepentingan
kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Dalam rangka pencapaian produktivitas yang tinggi yang
juga merupakan tujuan perusahaan pada Apotek Kimia Farma Langsa, diperlukan
adanya karyawan sebagai unsur bagian perusahaan yang mempunyai kesetiaan dan
ketaatan kepada perusahaan sehingga diharapkan dapat bersatu padu, bermental,
berwibawa, berdaya guna dan berhasil guna, bersih dan bermutu tinggi serta
sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas perusahaan serta
pengembangannya.
Dari beberapa hal penjabaran diatas maka penulis
tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Pada Apotek
Kimia Farma Langsa”.
B.
Tujuan dan Kegunaan
Penelitian
Penelitian dilakukan dengan
:
1. Tujuan
penelitian
a. Untuk mengetahui apakah
penerapan disiplin kerja karyawan Apotek Kimia Farma Langsa telah berjalan
lancar
b. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif antara disiplin
kerja yang diterapkan dengan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia
Farma Langsa.
2. Kegunaan penelitian
a. Guna
memperoleh gambaran tentang teori–teori yang diperoleh Penulis selama di bangku
kuliah dengan realita yang terjadi pada Apotek Kimia Farma Langsa.
b. Dengan
adanya penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan Apotek Kimia
Farma Langsa.
c. Untuk
memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Ekonomi, Jurusan Manajemen
pada STIM PASE Langsa.
C. Hipotesa
Anggapan sementara Penulis adalah diduga pengaruh
disiplin kerja yang diterapkan oleh Apotek Kimia Farma Langsa akan mempengaruhi
produktivitas kerja karyawan.
D.
Metode
Pengumpulan Data
Dalam usaha untuk mendapatkan data serta berbagai
informasi yang diperlukan dalam penulisan ini maka penulis mengadakan
penelitian dengan cara:
1. Penelitian
Lapangan (Field Research)
Untuk mendapatkan data dan informasi primer yang diperlukan dalam penulisan ini,
penulis melakukan dengan cara :
a. Wawancara
Yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penulis
lakukan dengan pimpinan dan karyawan Apotek Kimia Farma Langsa.
b. Observasi
(Pengamatan)
Yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penting
dilakukan dengan cara mengamati secara langsung pada Apotek Kimia Farma Langsa,
yang kemudian menganalisanya secara ilmiah.
c Quesioner : merupakan pertanyaan-pertanyaan/angket
yang Penulis sebarkan pada Apotek Kimia Farma Langsa untuk diisi oleh para
karyawannya dan yang mana untuk menjadi data penelitian bagi Penulis.
Adapun responden adalah seluruh karyawan yang berada pada
Apotek Kimia Farma Langsa yaitu sebanyak 15 orang adalah sebagai berikut:
Pimpinan = 1 orang
Karyawan tetap = 7 orang
Karyawan harian = 5 orang
Karyawan kontrak = 2 orang
Total responden = 15 orang
2. Penelitian
Kepustakaan (Library Research)
Untuk memperoleh atau mendapatkan data sekunder yang
merupakan pendukung data primer, maka penulis melakukan dengan cara mengutip
pendapat-pendapat atau teori-teori dan pemahaman-pemahaman yang mepunyai kaitan
dengan penulisan ini dengan cara membaca dan menyalin literatur-literatur pada
Perpustakaan STIM Pase Langsa maupun menelaah buku-buku yang penulis miliki.
E. Metode Analisa Data
Dalam upaya menganalisis data yang diperoleh dari
hasil penelitian dan menelaah dengan literatur-literatur yang ada, maka Penulis
menggunakan dua macam cara menganalisa data, sebagai berikut:
1. Metode
Kwalitatif
Merupakan suatu metode analisa data yang akan diuraikan dan
didukung oleh pendapat para ahli sebagai landasan teoritis.
2. Metode
Kwantitatif
Merupakan metode analisa
data, dimana data yang akan diuraikan dalam bentuk angka–angka untuk mendukung
analisa kwalitatif. Data yang mendukung metode kualitatif dalam bentuk
quisioner yaitu metode angket, dengan cara membuat sejumlah pertanyaan yang
dikirim kepada responden untuk diberikan jawaban dan kuisioner tersebut dengan
menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Package for Social
Science), untuk setiap jawaban responden dari kuesioner digunakan skala likert
yaitu 5 (sangat setuju/SS), 4 (setuju/S), 3 (netral/N), 2 (tidak setuju/TS), 1
(sangat tidak setuju/STS).
F. Peralatan Analisa
Untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja dengan
produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, penulis menggunakan analisa
korelasi maka dipergunakan rumus analisa korelasi Sri Adiningsih (2001:216)
sebagai berikut :
n
Σ xiyi – nx y
1
1 1
Dimana :
r =
Koefesien Korelasi
n = Jumlah responden
y i = produktivitas
x i = disiplin kerja
y = Nilai rata-rata dari y i
x =
Nilai rata-rata dari x i
Dengan analisa tersebut dapat
diketahui tingkat korelasi atau hubungan r
antara x i dan y i dengan ketentuan sebagai
berikut :
Korelasi terletak antara -1 dan 1 :
-1 ≤ r
≤ 1
Dengan interpretasi :
(i)
Korelasi = -1; hubungan linier negatif sempurna
(ii)
Korelasi = 1; hubungan linier positif sempurna
(iii) Korelasi = 0; tidak
ada hubungan linier
(iv)
Semakin besar nilai korelasi absolut, semakin kuat
hubungan linier antara variabel random.
G.
Sistematikan
Penulisan
Penulis akan menyajikan tulisan ini dalam beberapa bab
yaitu sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang Masalah, Tujuan dan Kegunaan
Penelitian, Hipotesa, Metode Penelitian, Metode Analisa Data, Peralatan
Analisa, serta Sistematika Penulisan.
BAB II STUDI KEPUSTAKAAN
Berisikan Pengertian Disiplin Kerja, Faktor-faktor Pembinaan
Disiplin, Jenis-jenis Disiplin Kerja,
Pengertian Produktivitas, Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas
BAB III HASIL PENELITIAN
Menguraikan tentang Karakteristik Responden, Identifikasi Disiplin Kerja,
Identifikasi Produktivitas.
BAB
IV PEMBAHASAN
Berisikan Analisa Penerapan Disiplin Kerja, Analisa
Produktivitas, Analisa Pengaruh Penerapan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Pada Apotek Kimia
Farma Langsa.
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
Berisikan kesimpulan dan saran-saran dari bab-bab terdahulu.
BAB
II
STUDI KEPUSTAKAAN
A.
Pengertian Disiplin Kerja
Pembinaan disiplin dalam organisasi tetap harus
diupayakan dengan cara-cara yang baik, efisien dan efektif. Oleh karena itu
perlu diketahui apakah hakikat disiplin itu sendiri, faktor-faktor yang
menunjang pembentukan dan pembinaannya serta segala sesuatu yang mempunyai
hubungan atau kaitan yang erat dengan disiplin itu.
Menurut Martoyo (2000:151) untuk dapat memahami secara
tepat tentang pembinaan disiplin, perlu dimengerti dengan jelas apa sebenarnya
yang dimaksud dengan “disiplin” tersebut. Beberapa definisi adalah sebagai
berikut:
a.
Discipline (n): Branch of instruction; mental dan
moral training, adversity as affecting this; system of rules for conduct.
(Dari: “The Concise Oxford Dictionary”).
b.
Discipline (v.t): Bring under control, train ti
obedience and order, drill, whence. (Dari: “The Concise Oxford Dictionary”).
c.
Discipline (n): Training that produces ubderliness,
obedience, self-control; result of such trainging in order, conduct, etc.
(Dari: “New Gem Dictionary”).
Lanjutnya,
kata disiplin itu sendiri dari bahasa Latin “discipline” yang berarti: “latihan
atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat”.
Selama perusahaan telah mempunyai peraturan dalam
perusahaan, dan telah disepakati bersama, maka pelanggaran terhadap peraturan
permainan ini haruslah dikenakan tindakan pendisiplinan.
Pembinaan disiplin dalam organisasi tetap harus
diupayakan dengan cara-cara yang baik, sefisien dan efektif.
Menurut
Sinungan (2003:135) disiplin adalah sikap kejiwaan dari seseorang atau
sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala
aturan/keputusan yang telah ditetapkan. Disiplin dalam hubungan kerja sangat
erat kaitannya dengan motivasi. Disiplin dapat dikembangkan melalui suatu
latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu, tenaga dan biaya.
Dari definisi-definisi mengenai
disiplin kerja tersebut diatas jelas bahwa arah dan tujuan disiplin pada
dasarnya adalah “keharmonisan” dan “kewajaran” kehidupan kelompok atau
organisasi, baik organisasi formal maupun nonformal.
B.
Faktor-faktor
Pembinaan Disiplin Kerja
Dengan telah dipahami pengertian
disiplin, maka perlu dipahami pula faktor-faktor yang dapat menunjang pembinaan
disiplin.
Menurut Martoyo (2000:152), faktor-faktor pembinaan disiplin kerja
yaitu :
a.
Motivasi
b.
Pendidikan dan latihan
c.
Kepemimpinan
d.
Kesejahteraan
e.
Penegakan disiplin lewat hukum (law enforcement)
Menurut
Sinungan (2003:150), ada tiga faktor yang memberikan dasar penting untuk
pengembangan disiplin ialah sebagai berikut:
a. Pendidikan umum dari Sekolah Dasar sampai
Perguruan Tinggi
b.
Pendidikan politik guna membudayakan kehidupan berdasarkan konstitusi.
Demografi Pancasila dan Hukum. Kesadaran hukum kunci penting untuk menegakkan
disiplin
c.
Pendidikan Agama yang menuju kepada pengendalian diri (self control) yang merupakan hakikat disiplin,
nilai agama tidak boleh dipisahkan dari setiap aktivitas manusia
C.
Jenis-jenis
Disiplin Kerja
Bagi suatu organisasi atau
perusahaan disadari sepenuhnya bahwa disiplin kerja sangat perlu bagi jalannya
perusahaan. Dibawah ini dapat dilihat jenis-jenis disiplin kerja yaitu sebagai
berikut.
Menurut Sondang (2002:305) terdapat
dua jenis disiplin dalam organisasi, yaitu yang bersifat preventif dan yang
bersifat korektif.
Pendisiplinan Preventif, adalah tindakan yang mendorong karyawan untuk
taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar yang
ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan penjelasan tentang pola sikap,
tindakan dan perilaku yang diinginkan dari setiap anggota organisasi diusahakan
pencegahan jangan sampai para karyawannya berperilaku negatif.
Pendisiplinan Korektif, jika ada karyawan yang nyata-nyata telah melakukan
pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang berlaku atau gagal memenuhi standar
yang telah ditetapkan, kepadanya dikenakan sanksi disipliner.
Menurut Martoyo (2000:154), tipe
pendekatan kedisiplinan adalah sebagai berikut:
1.
Disiplin prefentif, ini merupakan kegiatan yang
dilaksanakan dengan maksud untuk mendorong para karyawan agar sadar mentaati
berbagai standar dan aturan, sehingga dapat dicegah berbagai penyelewengan atau
pelanggaran.
2.
Disiplin korektif, ini merupakan kegiatan yang
diambil untuk menangani pelanggaran yang telah terjadi terhadap aturan-aturan
dan coba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut.
Agar berbagai tahap pendisiplinan, Sondang (2002:306) mengatakan yang
dimaksud dengan tahap pendisiplinan adalah dengan mengambil berbagai langkah
yang bersifat pendisiplinan, mulai dari yang paling ringan hingga kepada yang
terberat. Misalnya dengan:
a.
peringatan lisan oleh penyelia
b.
pernyataan tertulis ketidakpuasan oleh atasan
langsung
c.
penundaan kenaikan gaji berkala
d.
penundaan kenaikan pangkat
e.
pembebasan dari jabatan
f.
pemberhentian sementara,
g.
pemberhentian atas pemintaan sendiri
h.
pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan
sendiri, dan
i.
pemberhentian tidak dengan hormat
D.
Pengertian Produktivitas
Produktivitas kerja yang tinggi merupakan hal yang
sangat diharapkan oleh perusahaan atau instansi. Berikut beberapa pendapat
mengenai produktivitas:
Kemudian Sinungan (1998:9) mendefinisikan
Produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk
menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan
menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit.
Selanjutnya
Sumarsono (2003:62), mendifinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara
apa yang dihasilkan dengan apa yang dimasukkan, produktivitas adalah rasio
antara keluaran dengan masukan, dan
produktivitas adalah keinginan (the will) serta upaya (effort) manusia
untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang.
Pengertian Produktivitas yang dikemukakan oleh Sinungan
(2003:16) dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.
Rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas
tidak lain ialah ratio daripada apa yang dihasilkan (out put) terhadap
keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input).
b.
Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap
mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik
daripada kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
c.
Produktivitas merupakan interaksi terpadu secara
serasi dan tiga faktor esensial, yakni investasi termasuk penggunaan
pengetahuan dan teknologi serta riset, manajemen, dan tenaga kerja.
Menurut Sumarsono (2003:62), Produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang dapat dicapai dengan keseluruhan sumber daya
yang digunakan persatuan waktu. Secara umum dapat diartikan sebagai
perbandingan antara apa yang dihasilkan dengan apa yang dimasukkan.
Kemudian Sinungan (1998:9) mendefinisikan
Produktivitas adalah penggunaan intensif terhadap sumber-sumber konvensi
seperti tenaga kerja dan mesin yang diukur secara tepat dan benar-benar
menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi.
Dari beberapa pandangan tersebut diatas menunjukkan
bahwa produktivitas sangat berbeda dengan intensitas tenaga kerja, intensitas
jumlah yang dapat dianggap sebagai percepatan kerja.
E.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi Produktivitas
Kenaikan Produktivitas berarti pekerja dapat
menghasilkan lebih banyak pada waktu yang sama. Kemampuan dan lingkungan kerja
dalam melaksanakan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga
karyawan akan mempunyai tingkat produktivitas yang berbeda-beda.
Ada berbagai pendapat mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi produktivitas adalah sebagai berikut:
Menurut Sinungan (2003:56), ada 8 faktor-faktor
produktivitas yang umum yakni:
1.
Manusia
2.
Modal
3.
Metode/Proses
4.
Lingkungan organisasi (internal)
5.
Produksi
6.
Lingkungan negara (eksternal)
7.
Lingkungan internasional maupun regional
8.
Umpan balik
Faktor-faktor ini dapat dipandang sebagai sub sistem
untuk menunjukkan potensi dari faktor-faktor tersebut.
Menurut Vincent Gaspersz (2000:70), Faktor penyebab
turunnya produktivitas antara lain :
1.
Ketidakmampuan manajemen dalam mengukur,
mengevaluasi dan mengelola produktivitas perusahaan.
2.
Motivasi karyawan yang rendah karena sistem
pengakuan dan penghargaan yang diberikan tidak berkaitan dengan produktivitas
dan tanggung jawab dari karyawan itu.
3.
Pengiriman produk yang sering terlambat karena
ketidakmampuan memenuhi jadwal yang ditetapkan.
4.
Peningkatan biaya-biaya untuk proses produksi.
5.
Pemborosan penggunaan sumber-sumber daya material,
tenaga kerja, energi, modal, waktu dan informasi.
6.
Terdapat konflik-konflik dan hambatan dalam tim
kerja sama yang tidak terpecahkan, sehingga menimbulkan ketidakefektifan dalam
kerja sama dan partisipasi total karyawan.
7.
Ketiadaan sistem pendidikan dan pelatihan bagi
karyawan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnik-tehnik peningkatan
kualitas dan produktivitas.
8.
Kegagalan perusahaan untuk selalu menyesuaikan diri
dengan tingkat peningkatan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam industri.
9.
Ketiadaan sistem keamanan lingkungan kerja sehingga
menimbulkan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi.
Selanjutnya Sumarsono (2003:62), faktor yang
mempengaruhi produktivitas karyawan perusahaan dapat digolongkan dalam 3
kelompok, (1) menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan, (2) sarana
pendukung, (3) supra sarana.
BAB III
HASIL PENELITIAN
A.
Karakteristik Responden
Pengambilan sampel secara
random/acak untuk menganalisa data dengan menyebarkan 15 lembar angket berupa pertanyaan kepada
para respoden dengan komposisi sebagai berikut:
Pimpinan = 1 orang =
6.67%
Karyawan tetap = 7 orang =
46.67%
Karyawan harian = 5 orang =
33.33%
Karyawan kontrak = 2 orang = 13.33%
Total responden = 15 orang =
100%
Apotek Kimia Farma Langsa menggunakan sistem jam
kerja aplusan/shift sebanyak 3 shift.
yaitu:
-
Jam 06.30 – 14.30 wib
-
Jam 14.30 – 22.30 wib
-
Jam 22.30 – 06.30 wib
Sistem aplusan/shift ini di lakukan pertukaran
seminggu sekali untuk menghindari kejenuhan karyawan dalam bekerja.
Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai karakteristik
responden pada Apotek Kimia Farma Langsa dapat dilihat pada tabel III-1 berikut
ini.
|

Berdasarkan Tabel III-1 tersebut dapat dijelaskan mengenai sekilas tentang
karakteristik responden pada Apotek Kimia Farma Langsa sebagai berikut:
Para responden mendominasi umur berkisar antara 31 sampai dengan 40 tahun
sebanyak 9 orang (60,0%), kemudian yang berumur di antara 21 sampai dengan 30
tahun sebanyak 3 orang (20,0%), demikian juga dengan yang berumur di atas 40
tahun sebanyak 3 orang (20,0%).
Jenis Kelamin para responden Apotek Kimia Farma Langsa didominasi oleh
perempuan sebanyak 8 orang (53,3%), dan sisanya oleh laki-laki yang hampir
sebanding dengan jumlah perempuan yaitu sebanyak 7 orang (46,7%).
Mengenai Status para responden diketahui dari hasil sebar kuesioner kebanyakan
berstatus kawin 12 orang responden (80,0%) sedangkan sisanya sebanyak 3 orang responden
atau sebesar 20,0% tidak kawin.
Responden yang mempunyai pendidikan terakhir setaraf SLTA/Sederajat
mendominasi pada Apotek Kimia Farma Langsa ini yaitu terdata sebanyak 9 orang
atau sebesar 60,0% dan sisanya sebanyak 6 orang (40,0%) diketahui mempunyai
ijazah terakhir Sarjana (S1).
Selanjutnya dapat diketahui pula masa kerja para responden kebanyakan
adalah di atas 4 sampai dengan 7 tahun sebanyak 6 orang (40,0%), diikuti yang
telah bekerja selama lebih dari 2 sampai dengan 5 tahun sebanyak 5 orang (33,3%),
kemudian diketahui pula yang mempunyai masa kerja di atas 7 tahun ada sebanyak
3 orang (20,0%), dan sisanya yang memiliki masa kerja di antara 0 sampai dengan
2 tahun hanya ada 1 orang saja yaitu sebesar 6,7%.
Dapat diinformasikan pula mengenai pendapatan per bulan para responden
didominasi oleh yang berpenghasilan di atas Rp1.250.000,- sampai dengan Rp1.850.000,-
sebanyak 6 orang (40,0%), diikuti oleh yang berpenghasilan di atas Rp1.850.000,-
sampai dengan Rp2.250.000,- sebanyak 4 orang (26,7%), kemudian yang
berpenghasilan di atas Rp850.000,- sampai dengan Rp1.250.000,- sebanyak 3 orang
(20,0%) dan yang berpenghasilan di bawah Rp850.000,- dan di atas Rp2.250.000,-
masing-masing hanya ada 1 orang saja atau hanya sebesar 6,7%.
B.
Komunikasi yang digunakan
Berbagai alat komunikasi digunakan pada Apotek Kimia Farma Langsa guna
memberikan kenyamanan dan mempermudah arus komunikasi pada Apotek ini. Selain
itu komunikasi yang mengalir baik dari atasan ke bawahan, atau sebaliknya
mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari para karyawan. Adapun dalam
penelitian ini pengukuran mengenai komunikasi diantaranya mengenai diskusi,
prestasi, fasilitas-fasilitas, komunikasi bawahan dengan atasan dan sebaliknya
serta informasi dan hobi.
Untuk lebih jelasnya mengenai komunikasi di Apotek Kimia Farma Langsa pada
tahun 2008 dapat dilihat seperti berikut.

Berdasarkan Tabel III-2 tersebut dapat dijelaskan mengenai komunikasi yang
digunakan pada Apotek Kimia Farma Langsa tahun 2008 sebagai berikut:
Diskusi yang dilakukan atasan dengan para karyawan mengenai cara menangani
masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan karyawan pada Apotek Kimia
Farma ini, mendapat respon tertinggi dari 8 orang responden (53,3%) memberikan
jawaban tidak sedangkan sisanya sebanyak 7 orang responden lagi menyatakan ya (46,7%).
Sebahagian besar para responden menjawab ya mengenai atasan memberitahukan
tentang prestasi-prestasi kerja para karyawannya yang baik maupun yang buruk,
jawaban ya tersebut didukung oleh sebanyak 9 orang responden (60,0%) sedangkan sisanya
memberikan tanggapan dengan jawaban tidak sebanyak 6 orang responden (40,0%).
Masalah mengenai terdapatnya fasilitas yang memadai (misalnya intercom,
telepon, faximili (fax), telex, dan surta-surat, memo) mendapat respon
tertinggi dari 14 orang responden (93,3%) menyatakan ya dan sisanya hanya 1
orang responden saja yang menyatakan tidak (6,7%) mengenai hal ini.
Sedangkan mengenai fasilitas yang memadai (misalnya peralatan kerja, buku
pedoman dsb) yang mendukung pekerjaan karyawan mendapat respon terbanyak
menyatakan ya yaitu ada 11 orang (73,3%) dan sisanya memberi respon dengan
jawaban tidak sebanyak 4 orang (26,7%).
Pendapat responden mengenai komunikasi yang terjalin di antara sesama
pegawai dan juga dengan atasan, direspon dengan jawaban terbanyak yaitu 11
orang menyatakan ya (73,3%) sedangkan sisanya sebanyak 4 orang saja (26,7%)
yang menanggapi dengan jawaban tidak.
Adapun mengenai atasan karyawan yang memberikan informasi-informasi
mengenai peluang-peluang pelatihan (training) selama masa kerja ditanggapi
dengan responden sejumlah 13 orang (86,7%) menyatakan ya yang merupakan jawaban
terbanyak dan sisanya hanya ada 2 orang responden saja yang menyatakan tidak
atau sebesar (13,3%).
Berkaitan dengan atasan yang pernah menceritakan kepada karyawan mengenai
kegiatannya diluar jam kantor serta hobi dan minatnya mendapat tanggapan
terbanyak dengan jawaban ya 8 orang (53,3%) dan sebagian lagi sisanya
menyatakan tidak yaitu sejumlah 7 orang responden (46,7%).
Mengenai atasan yang memberitahukan dengan jelas perubahan-perubahan
kebijaksanaan di Apotek Kimia Farma ini, ditanggapi dengan jawaban tertinggi
dari sejumlah 11 orang responden (73,3%) dan sebahagian kecil sisanya yaitu sejumlah
4 orang responden menyatakan tidak (26,7%).
C.
Produktivitas Kerja Karyawan
Apotek Kimia Farma Langsa dengan memiliki modal berbagai sumber daya, terus
menerus berusaha agar dapat menggerakkan sumber daya tersebut menjadi sumber
daya yang produktif. Oleh karena itu, usaha-usaha yang konkrit untuk mendorong
peningkatan produktivitas tenaga manusia (karyawannya) adalah dapat dilihat
pada tabel III-3 dengan penjelasan sebagai berikut:
Tanggapan para responden mengenai kepemimpinan sekarang sesuai dengan harapan
karyawan mendapat jawaban terbanyak sejumlah 10 orang responden yang menanggapi
pernyataan ini dengan jawaban ya (66,7%) dan sisanya menanggapi dengan jawaban
tidak sejumlah 5 orang responden (33,3%).
Mengenai system kepemimpinan yang ada sekarang mendukung terhadap
peningkatan karier para karyawan, mendapat jawaban tertinggi dari 9 orang
responden dengan jawaban tidak (60,0%), dan sisanya sebanyak 6 orang responden
memberikan tanggapan ya (40,0%).
Atasan yang bersikap bijaksana dalam memperlakukan bawahannya berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan (misalnya pemberian tugas, penerapan sanksi dsb)
direspon dengan jawaban terbanyak 8 orang (53,3%) memberikan jawaban ya dan
sisanya sebagian lagi yaitu sejumlah 7 orang responden menanggapi dengan
jawaban tidak (46,7%).

Mengenai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab para karyawan telah sesuai
dengan keinginan, mendapat tanggapan tertinggi dari 9 orang responden dengan
jawaban ya (60,0%) dan sisanya menanggapi dengan jawaban tidak sebanyak 6 orang
responden atau sebesar 40,0%.
Tingkat produktivitas tenaga kerja dipantau dan diukur secara berkala pada
seluruh bagian, mendapat tanggapan tertinggi dari responden Apotek Kimia Farma
Langsa yaitu sebanyak 8 orang menyatakan ya atau sebesar 53,3%) dan sisanya menyatakan
tidak yaitu sebanyak 7 orang responden atau sebesar 46,7%.
Adapun mengenai pekerjaan yang dilaksanakan sebagai tanggung jawab karyawan
dirasakan dapat mendukung peningkatan komunikasi yang diharapkan oleh karyawan,
mendapat jawaban tertinggi sebanyak 11 orang yang menyatakan ya (73,3%),
sedangkan sejumlah 4 orang karyawan menyatakan tidak mengenai hal ini atau
sebesar 26,7%.
Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab karyawan telah sesuai dengan keahlian
yang dimiliki oleh masing-masing karyawan ditanggapi oleh para responden dengan
memberikan jawaban ya dari sebanyak 9 orang responden (60,0%) dan sisanya
sebanyak 6 orang responden menanggapi dengan jawaban tidak (40,0%).
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Analisa Penerapan Disiplin Kerja
Bentuk organisasi Apotek Kimia Farma Langsa terlihat
fleksibel menurut kebutuhannya juga garis wewenang yang diberikan cukup jelas
yang akhirnya akan dapat mencapai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam
organisasi. Disamping itu juga koordinasi dan pengawasan yang dilakukan tidak
akan sulit untuk dilaksanakan.
Kunci sukses dari usaha mencapai iklim hubungan kerja
yang baik adalah dengan saling mengerti antara pimpinan dan bawahan dalam suatu
proses pendisiplinan kerja.
Penerapan disiplin kerja pada perusahaan ini ditandai
dengan adanya program-program yang telah dijalankan antara lain:
1. Mengorganisir
kebijakan disiplin dan prosedur kerja
2. Menyeragamkan
pelaksanaan peraturan disiplin
3. Pendidikan
dan ketrampilan yang dimiliki harus berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan
pendisiplinan kerja
4. Tingkah
laku harus diambil yang cocok dengan perilaku dan penampilan yang berdisiplin
5. Usaha
manajemen baru yang berhubungan dengan tenaga kerja, semuanya harus diubah
sesuai dengan kebijakan disiplin dan personalia.
Demikian juga dalam melakukan langkah-langkah
pelaksanaan disiplin karyawan, dicapai dengan cara memberikan sanksi-sanksi
terhadap pelanggarar disiplin, sanksi-sanksi itu berupa:
1. Peringatan
lisan, dilakukan oleh atasan langsung dan/atau yang lebih tinggi, peringatan
lisan ini dilakukan sebelum dikeluarkan surat peringatan secara tertulis.
2. Peringatan
tertulis, adalah surat teguran yang dikeluarkan oleh pejabat perusahaan kepada
karyawan karena pelanggaran atas kerentuan tata tertib/disiplin kerja yang
berlaku, yaitu mulai dari Surat Peringatan (SP) I, SP II, dan SP III, dan
apabila masih dilanggar, maka karyawan tersebut dikenakan tindakan skorsing.
3. Pembebasan
tugas (Skorsing), yang dikenakan pada karyawan apabila telah mendapat SP III, atau
tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut, ditahan sementara oleh
pihak berwajib dan melakukan kesalahan/kekeliruan yang tidak dapat diterima
oleh atasan/perusahaan. Apabila hal ini masih juga dilanggar oleh karyawan maka
akan dilakukan pemecatan (PHK).
4. Pemecatan,
yang merupakan berakhirnya hubungan kerja dengan perusahaan disebabkan, karena kesalahan/pelanggaran
yang dilakukan oleh karyawan, karyawan meninggal dunia, tidak mampu bekerja
karena sakit, berhenti atas permintaan sendiri, dan karena kondisi usaha perusahaan.
Tahap-tahap tindakan diatas dilakukan oleh perusahaan
Apotek Kimia Farma Langsa dengan tidak menganggu kerja dan perasaan karyawan
lainnya.
B.
Analisa Pengaruh
Penerapan Disiplin Kerja Terhadap
Produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa
Keberadaan Apotek
Kimia Farma Langsa senantiasa di dukung oleh para karyawan, yang tetap berjalan
diatas peraturan perusahaan sehingga dengan kedisiplinan para karyawannya dalam
bekerja, telah dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Hal ini dibuktikan
perhitungan koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel IV-1 berikut yang
menunjukkan hasil perhitungan analisa regresi mengenai pengaruh penerapan
disiplin kerja terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa tahun 2004.
TABEL IV-1 |
|||
|
HASIL ANALISA REGRESI PENGARUH
|
|||
|
PENERAPAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS
|
|||
|
PADA APOTEK KIMIA FARMA LANGSA
|
|||
|
TAHUN 2003
|
|||
|
|
|
|
|
|
Variabel
|
B
|
t-hitung
|
t-significant
|
|
Disiplin
|
0,469
|
5.199
|
0,000
|
|
Konstan
|
14,414
|
4,531
|
0,001
|
|
R
|
0,822
|
|
|
|
R Square
|
0,675
|
|
|
|
Adjusted R Square
|
0,650
|
|
|
Sumber : Tabel III-2, dan Tabel III-3
(diolah)
Berdasarkan tabel
IV-1 diatas diketahui bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0.822 ini berarti
keeratan hubungan antara variabel terikat yaitu produktivitas (yi) dengan
variabel bebas yaitu disiplin kerja (xi) adalah tinggi atau kuat dan positif.
Sementara itu
koefisien determinasi (R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan
bahwa 67.50% produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan
sisanya sebesar 32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam
penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga seperti faktor pengupahan,
kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain sebagainya.
Nilai F-hitung dengan
tingkat significant 95% diperoleh 27,029. Dengan demikian F-hitung > F
significant yaitu 27,029 > 0,000 yang berarti penerapan disiplin berpengaruh
secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa (lihat
lampiran I).
Sementara t-hitung
dengan tingkat significant 95% untuk masing-masing variabel dapat dijelaskan
sebagai berikut :
Untuk variabel
disiplin diperoleh angka sebesar 5,199 dengan demikian dapat dijelaskan t-hitung
> t significant yaitu 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin berpengaruh
secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma Langsa, jadi
hal ini secara parsial significant pada 95%.
Berdasarkan hasil
analisis yang dilakukan tersebut dapat dilihat bahwa variabel penerapan
disiplin kerja mempunyai tingkat hubungan yang erat dan mempunyai pengaruh yang
kuat dalam menghasilkan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia Farma
Langsa.
BAB
V
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis pada bagian sebelumnya dapat
ditarik kesimpulan adalah sebagai berikut:
1. Dari
berbagai pengertian disiplin dan produktivitas dapat disimpulkan bahwa disiplin
mendorong produktivitas atau disiplin merupakan saranan penting untuk mencapai
produktivitas, yang mana proses menuju kearah tersebut berkaitan erat dengan
pengembangan sumber daya manusia, yakni : proses transformasi potensi manusia
menjadi kekuatan efektif untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Sementara
itu koefisien determinasi (R2) sebesar 0.675 atau 67.50% menunjukkan
bahwa 67.50% produktivitas dipengaruhi oleh faktor disiplin kerja, sedangkan
sisanya sebesar 32.50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisa dalam
penelitian ini. Faktor lain tersebut diduga seperti faktor pengupahan,
kesejahteraan, pendayagunaan, kinerja dan lain sebagainya.
3. Untuk
variabel disiplin diperoleh angka sebesar 5,199 dengan demikian dapat
dijelaskan t-hitung > t significant yaitu 5,199 > 0,000 yang berarti disiplin
berpengaruh secara significant terhadap produktivitas pada Apotek Kimia Farma
Langsa, hal ini secara parsial significant pada 95.
4. Berdasarkan
hasil analisis yang dilakukan tersebut dapat dilihat bahwa variabel penerapan
disiplin kerja mempunyai tingkat hubungan yang erat dan mempunyai pengaruh yang
kuat dalam menghasilkan produktivitas kerja karyawan pada Apotek Kimia Farma
Langsa. Sehingga hipotesa yang menyatakan disiplin kerja yang diterapkan oleh
Apotek Kimia Farma Langsa diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas
kerja karyawannya adalah diterima.
B.
Saran-saran
1. Sebaiknya Apotek Kimia Farma Langsa tidak terlalu
ketat dalam menerapkan disiplin kerja bagi karyawan, karena hal ini dapat
mengganggu jiwa karyawan karena merasa tertekan sehingga dapat menurunkan
produktivitas demikian juga sebaliknya jika perusahaan menerapkan disiplin
kerja yang lunak dan tidak efektif menyumbang adanya moral yang rendah dan juga
akan mengurangi produktivitas kerja karyawan.
2. Hendaknya Apotek Kimia Farma Langsa menyederhanakan
mekanisme kerja ataupun prosedur kerja dalam organisasi, sehingga tidak
berliku-liku dan tidak menentu, sehingga dengan prosedur kerja yang sederhana
dan mudah dapat dilaksanakan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
3. Hendaknya perusahaan mengupayakan agar seluruh
karyawan senantiasa mempunyai kesibukan kerja, baik fisik maupun fikiran
(nonfisik), sehingga kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik atau
melanggar disiplin kerja dapat dihindarkan.
4. Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan dan
mungkin saja mengandung kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam proses
penentuan variabel, pembuatan daftar pertanyaan dan proses pengumpulan data.
Bagi pihak lain yang ingin mengadakan penelitian ini lebih lanjut agar dapat menyempurnakannya
guna mendapat hasil yang lebih baik.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Adiningsih, Sri, DR, Statistik, Edisi Pertama, BPFE,
Yogyakarta, 2001.
Gaspersz,
Vincent, Dr, M.St., CIQA, CPIM, (2000), Managemen Produktifitas Total,
PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Martoyo,
Susilo, Kolonel Kal. (Purn), SE, (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi
4, BPFE, Yogyakarta.
Robert
L. Mathis, John H. Jackson, (2001), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid
1, Penerbit Salemba, Jakarta
Sinungan,
Muchdarsyah, (1998), Produktivitas, Penerbit Bina Aksara,
Jakarta
Sukirno Sadono, (1998), Pengantar Teori Mikro Ekonomi,
Jakarta.
Sondang,
P. Siagian, MPA Prof, (2002), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT.
Bumi Aksara, Jakarta.
Sumarsono,
Sonny, Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan,
Graha Ilmu, Yogyakarta.
LAMPIRAN I
DAFTAR PERTANYAAN
PENGARUH
PENERAPAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP
PRODUKTIVITAS PADA
APOTEK KIMIA
FARMA LANGSA
Petunjuk
1. Berilah tanda silang (x) untuk jawaban yang
dipilih dan dianggap benar
2. Perlu
diketahui bahwa jawaban dari Bapak/Ibu/ Saudara akan digunakan sebagai data penelitian tugas akhir skripsi
sehingga tidak memliliki dampak negatif teradap siapapun, hanya saja untuk
memberikan masukan kepada instansi yang bersangkutan
3. Untuk pertanyaan terbuka dijawab sesuai
dengan pendapat Bapak/ Ibu/ saudara.
4.
Atas kesediaan dan kerja sama Bapak/Ibu/Saudara untuk menjawab semua pertanyaan
ini saya ucapkan terima kasih.
A. Identitas Responden
1. Nama :
2. Jenis Kelamin : a. Laki-laki
b. Perempuan
3. Tingkat Pendidikan : a. SMA/Sederajat
b. Sarjana
4. Masa Kerja (tahun) : a. 0 – 5
b. 6 – 15
c. 13 – 17
5. Penghasilan :
a. < Rp399.000,-
b. Rp400.000,- – Rp599.000,-
c. > Rp600.000,-