Monday, 8 April 2019

Mauliddin






PENGARUH INSENTIF TERHADAP
MOTIVASI KERJA KARYAWAN
PADA PT. TIMUR JAYA LANGSA




S K R I P S I



Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat

Guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase


O l e h



MAULIDDIN

N P M: 01.1.1041

JURUSAN : MANAjEMEN






SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN

(STIM) PASE LANGSA

2006



KATA PENGANTAR

            Puji  dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas izinNya penulis telah dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Timur Jaya Langsa”, untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa.
Tak lupa pula shalawat dan salam atas junjungan kita Nabiyullah Muhammad Saw, yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
            Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu ke arah penyelesaian skripsi ini, terutama sekali kepada:
1.            Keluarga yaitu istri dan anak-anakku tercinta, serta orang tua dan saudara-saudaraku yang telah memberi dorongan, do’a dan semangat sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.
2.            Bapak Drs. H. Said Yunus, MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa dan sebagai Dosen Pembimbing I dengan segala kesabaran dan keikhlasan memberikan bimbingan dan bantuan sepenuhnya dalam penuliasan skripsi ini.
3.            Ibu Nazarina, SE, MM, selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberi motivasi atau kerangka penulisan skripsi ini.
4.            Bapak Saifuddin Puteh, SE, MM, selaku Pembantu Ketua Bidang Akademik STIM Pase Langsa yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan hingga terselesainya penulisan skripsi ini
5.            Bapak/Ibu Dosen pada STIM Pase Langsa, yang telah memberikan mata kuliah selama penulis mengikuti kuliah tatap muka.
6.            Bapak pimpinan dan staf serta para karyawan PT. Timur Jaya Langsa yang telah membantu memberikan data dan penjelasan yang penulis butuhkan.
7.            Rekan-rekan seperjuangan yang telah menyumbangkan pikiran dan saran-saran ke arah penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
            Akhirnya penulis mengharapkan semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan, sekaligus disini penulis memohon kepada Allah SWT, balasan yang setimpal atas segala jerih payah yang mereka berikan selama ini juga mengharapkan adanya kritikan dan saran demi kesempurnaan skripsi ini.
           

Langsa,   April 2005
                                                                                                            Penulis,


                                                                                                      MAULIDDIN


DAFTAR  ISI
                                                                                                                        Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................... iii
ABSTRAKSI............................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL........................................................................................................ v
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................... vi

BAB  I       PENDAHULUAN.................................................................................... 1
                  A. Latar Belakang Permasalahan............................................................. 1
                  B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian......................................................... 4
                  C. Hipotesis.............................................................................................. 5
                  D. Metode Penelitian............................................................................... 5
                  E. Metode Analisis Data.......................................................................... 6
                  F.  Peralatan Analisis............................................................................... 7
                  G. Sistematika Penulisan......................................................................... 8
        
BAB  II     STUDI KEPUSTAKAAN........................................................................ 10
                  A. Pengertian Insentif ............................................................................ 10
                  B. Jenis-jenis Pemberian Insentif......................................................... 11
                  C. Tujuan Insentif.................................................................................... 12
                  D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Insentif..................................... 13
                  E.  Pengertian Motivasi.......................................................................... 14
                  F.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi................................... 17
           
BAB  III   HASIL PENELITIAN.............................................................................. .19  
                 A. Karakteristik Responden.................................................................... .19
                 B. Identifikasi Pemberian Insentif......................................................... .22
                 C. Identifikasi Motivasi Kerja................................................................ .25
           
BAB  IV  PEMBAHASAN........................................................................................ 28
                 A .Analisis Pemberian Insentif............................................................... 28              
                 B. Analisis Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja
                      Karyawan............................................................................................. 30

BAB  V  KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN................................................... 33
                A. Kesimpulan........................................................................................... 33
                B. Saran-Saran........................................................................................... 34

DAFTAR KEPUSTAKAAN..................................................................................... 35
LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................................................................ 36

ABSTRAKSI
PENGARUH   INSENTIF  TERHADAP
MOTIVASI    KERJA    KARYAWAN
PADA PT. TIMUR JAYA LANGSA

Nama                       : Mauliddin
NPM                        : 01.1.1041
Pembimbing I         : Drs. H. Said Yunus, MM
Pembimbing II        : Nazarina, SE, MM

PT. Timur Jaya Langsa yang merupakan salah satu perusahaan industri es batangan patut diperhitungkan di dalam pemasaran untuk alat pengawet komoditi udang maupun ikan dan mendapatkan kualitas ekspor ke luar negeri, sehingga penanganannya yang profesional sangat diharapkan. Hal ini baik secara langsung maupun tidak langsung turut memberikan andil bagi pemerintah daerah terutama penyumbang devisa negara dan pendapatan asli daerah (PAD).
Penelitian yang dilakukan pada rerusahaan ini adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh insentif terhadap motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya Langsa, sehingga pemberian insentif memberikan hasil kerja yang positif.
Dalam upaya menganalisis data penulis menggunakan cara kualitatif dan kuantitatif. Dengan melakukan pendekatan secara teoritis, sebagaimana yang dilakukan oleh para ahli maka penulis menganalisis data dengan menggunakan peralatan analisis yaitu persamaan regresi oleh Hadi (2001:1).
Dari hasil perhitungan persamaan Y  =  14,641  +  0,436 X bahwa dengan perubahan dengan perubahan 0,436 unit komponen X akan mempengaruhi komponen Y, atau dengan kata lain diperoleh motivasi kerja karyawan akan menjadi sebesar 15,077 apabila insentif yang diberikan oleh perusahaan ditambah sebesar 1. Walaupun tanpa dipengaruhi pemberian insentif oleh perusahaan, maka motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya tetap ada yaitu sebesar 14,641.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pemberian insentif mempunyai korelasi yang kuat atau positif terhadap motivasi kerja karyawan yaitu sebesar 0.453 dengan koefisien determinasi sebesar 0.205 atau 20.50%
Dengan demikian pemberian insentif pada PT. Timur Jaya Langsa telah berjalan lancar dalam memotivasi karyawannya, sehingga  hipotesa yang menyatakan motivasi kerja karyawan pada PT. Timur Jaya Langsa rendah adalah ditolak.




DAFTAR TABEL


TABEL                                                                                      Halaman

III-1      KEBERADAAN KARYAWAN PT. TIMUR JAYA
             LANGSA TAHUN 2005................................................................. 19

III-2      KARAKTERISTIK RESPONDEN PADA
             PT. TIMUR JAYA LANGSA TAHUN 2005................................. 20

III-3     IDENTIFIKASI PEMBERIAN INSENTIF PADA
             PT. TIMUR JAYA LANGSA TAHUN 2005................................. 22

III-4      IDENTIFIKASI MOTIVASI KERJA KARYAWAN
             PADA PT. TIMUR JAYA LANGSA TAHUN 2005..................... 26
       





























DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN                                                                                  Halaman
     I            KUISIONER............................................................................... 36

   
     II           REGRESSION........................................................................... 38


BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Permasalahan
Adalah kenyataan yang tidak dapat disangkal bahwa motivasi dasar bagi kebanyakan orang menjadi karyawan pada suatu organisasi tertentu adalah untuk mencari nafkah. Berarti apabila disatu pihak seseorang menggunakan pengetahuan, keterampilan, tenaga dan sebahagian waktunya untuk berkarya pada suatu organisasi, di lain pihak ia mengharapkan menerima imbalan (insentif) tertentu. Berangkat dari pandangan demikian, dewasa ini masalah imbalan dipandang sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh manajemen suatu organisasi. Dikatakan merupakan tantangan karena imbalan oleh para pekerja tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat pemuasan kebutuhan materielnya, akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya organisasi cenderung melihatnya sebagai beban yang harus dipikul oleh organisasi tersebut dalam rangka upaya pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya. Berarti bahwa dalam mengembangkan dan menerapkan suatu sistem imbalan tertentu, kepentingan suatu organisasi dan kepentingan para pekerja mutlak perlu diperhitungkan
Kepentingan para pekerja harus mendapat perhatian dalam arti bahwa kompensasi yang diterimanya atas jasa yang diberikan kepada organisasi harus memungkinkannya mempertahankan harkat dan martabatnya sebagai insan yang terhormat. Tegasnya kompensasi tersebut memungkinkannya mempertahankan taraf hidup yang wajar dan layak serta hidup mandiri tanpa menggantungkan pemenuhan berbagai jenis kebutuhannya pada orang lain.
Kepentingan organisasi harus terjamin dalam arti bahwa melalui pengerahan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, waktu dan tenaga para pekerjanya, organisasi dapat mencapai tujuan dan sasarannya yang pada gilirannya memungkinkan organisasi tidak hanya sekedar mempertahankan eksistensinya, melainkan juga untuk bertumbuh dan berkembang, baik dalam arti kuantitatif maupun kualitatif.
Dengan perkataan lain suatu sistem imbalan yang baik adalah sistem yang mampu menjamin kepuasan para anggota organisasi yang pada gilirannya memungkinkan organisasi memperoleh, memelihara dan mempekerjakan sejumlah orang yang dengan berbagai sikap dan perilaku positif bekerja dengan produktif bagi kepentingan organisasi.
Jika para anggota organisasi diliputi oleh rasa tidak puas atas kompensasi yang diterimanya, dampaknya bagi organisasi akan sangat bersifat negatif. Artinya, jika ketidakpuasan tersebut tidak terselesaikan dengan baik, merupakan hal yang wajar apabila para anggota organisasi menyatakan keinginan untuk memperoleh imbalan yang bukan saja jumlahnya besar, akan tetapi juga lebih adil. Dikatakan wajar sebab ada kaitannya dengan berbagai segi kehidupan kekaryaan para anggota organisasi seperti prestasi kerja, keluhan, tingkat kemangkiran yang tinggi, seringnya terjadi kecelakaan dalam pelaksanaan tugas dan bahkan pemogokan serta keinginan pindah kerja ke organisasi lain. Kalaupun para karyawan tidak meninggalkan organisasi dan pindah ke organisasi lain, yang sangat mungkin terjadi ialah timbulnya berbagai masalah dalam kekaryaannya yang bersifat psikologis, teknis dan administratif.
Apabila suatu organisasi tidak mampu mengembangkan dan menerapkan suatu sistem imbalan yang memuaskan, organisasi bukan hanya akan kehilangan tenaga-tenaga terampil dan berkemampuan tinggi, akan tetapi juga akan kalah bersaing di pasaran tenaga kerja.
Demikian juga dengan PT. Timur Jaya bergerak dalam bidang pembuatan es dalam bentuk batangan yang berlokasi di jalan Medan-Banda Aceh Desa Alue Dua Langsa senantiasa dihadapkan dengan persoalan insentif, yaitu mengenai sistem insentif yang diterapkan oleh Perusahaan PT. Timur Jaya Langsa dalam memotivasi para karyawannya. Dengan melihat semangat dan tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugas yang diembannya.

PT. Timur Jaya membuat usaha yang lebih besar untuk memperkenalkan pembayaran penampilan kerja dengan ide yang sederhana tapi sulit untuk dilakukan dalam memotivasi karyawannya yaitu dengan mengenalkan pembayaran insentif dan menuntut para pekerja untuk menghasilkan produktivitas lebih banyak dari pada saat kebijakan kompensasi lama dijalankan.
Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk memilih judul sebagai berikut : “Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Timur Jaya Langsa”.

B.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan
Untuk mengetahui tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui pemberian insentif yang telah dilaksanakan oleh PT. Timur Jaya terhadap karyawannya.
b.      Untuk mengetahui pengaruh insentif terhadap motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya Langsa, sehingga pemberian insentif memberikan hasil kerja yang positif.
2.      Kegunaan Penelitian
a.       Guna mendapatkan gambaran masalah dan pemecahannya bagi PT. Timur Jaya Langsa dalam pemberian insentif yang diterapkan.
b.      Sebagai sumbangan pemikiran kepada pimpinan perusahaan dalam memberikan insentif kepada karyawan sehingga mencapai tujuan
c.      Untuk melatih dan menambah wacana berfikir penulis yang berkaitan dengan sumber daya manusia, khususnya mengenai insentif.
d.      Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa.

C.    Hipotesis
Dugaan sementara, masih rendahnya pemberian insentif yang diberikan oleh PT. Timur Jaya Langsa pada karyawannya sehingga motivasi kerja karyawan menurun.

D.    Metode Penelitian
Dalam usaha untuk mendapatkan data serta berbagai informasi yang diperlukan dalam penulisan ini, penulis mengadakan penelitian dengan cara:
1.      Penelitian Lapangan (Field Research)
Untuk mendapatkan data dan informasi  primer yang diperlukan dalam penulisan ini, penulis melakukan dengan cara :
a.       Wawancara, yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penulis lakukan dengan pimpinan dan karyawan Perusahaan PT. Timur Jaya Langsa
b.      Observasi (Pengamatan), yaitu merupakan kegiatan pengumpulan data yang penting dilakukan dengan cara mengamati secara langsung pada Perusahaan PT. Timur Jaya Langsa, yang kemudian menganalisanya.
c.      Kuesioner : merupakan pertanyaan-pertanyaan yang Penulis sebarkan kepada seluruh karyawan PT. Timur Jaya Langsa yang kemudian penulis sebut responden, yaitu sebanyak 40 orang untuk menjadi data penelitian bagi Penulis.
2.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Untuk memperoleh atau mendapatkan data sekunder yang merupakan pendukung data primer, maka penulis melakukan dengan cara mengutip pendapat-pendapat atau teori-teori dan pemahaman-pemahaman yang mempunyai kaitan dengan penulisan ini dengan cara membaca dan menyalin literatur-literatur pada Perpustakaan STIM Pase Langsa maupun menelaah buku-buku yang penulis miliki.


E.     Metode Analisis Data
Dalam upaya menganalisis data penulis menggunakan cara menganalisa data sebagai berikut :
1.      Metode Kualitatif
           Metode ini adalah metode penghitungan yang bukan merupakan angka, yang mana penulis mencoba menganalisa data yang diperoleh dari lapangan dan kemudian membandingkan dengan pendapat para ahli dari teori yang ada sebagai landasan teoritis.
2.      Metode Kuantitatif
Metode penganalisaan data yang diperoleh dari hasil penelitian untuk melihat makna hubungan antara isi tabel yang dituangkan dalam bentuk angka dan dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science). Untuk setiap jawaban responden dari kuisioner digunakan skala Likert yaitu : 5 (sangat setuju), 4 (setuju), 3 (netral), 2 (tidak setuju), 1 (sangat tidak setuju).

F.     Peralatan Analisis
Untuk mengetahui pengaruh insentif terhadap motivasi kerja karyawan pada Perusahaan PT. Timur Jaya Langsa, maka digunakan peralatan analisis persamaan regresi oleh Hadi (2001:1) yaitu :
Y = aX + K
Dalam mana:
Y = Motivasi Kerja
X = Insentif
a = Bilangan koefisien dari insentif
K = Bilangan Konstan
Hadi (2001:4) untuk mengetahui hubungan antara Insentif dengan motivasi kerja melalui teknik Korelasi momen tangkar dari Person yaitu:
                             Ã¥ xy









r xy   =
Ö ( å x2) ( å y2)

      r2  = koefisien determinan/koefisien penentu yang merupakan pengkuadratan dari nilai r xy.

Untuk mendukung peralatan analisa yang digunakan maka penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel secara populasi yaitu merupakan cara pengambilan sampel yang dilakukan pada keseluruhan jumlah karyawan yang bekerja pada PT. Timur Jaya Langsa yaitu sebanyak 40 orang responden.


G.   Sistematika Penulisan
Untuk melengkapi penulisan Skripsi ini, penulis membagi dalam lima bab yang terdiri dari :
BAB  I             PENDAHULUAN
Dengan menyajikan Latar Belakang Permasalahan, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Hipotesis, Metode Penelitian, Metode Analisis Data, Peralatan Analisis dan Sistematika Penulisan.
BAB  II           STUDI KEPUSTAKAAN 
Dengan menyajikan Pengertian Insentif, Jenis-jenis Pemberian Insentif, Tujuan Insentif,  Faktor-faktor yang mempengaruhi Insentif, Pengertian Motivasi, Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi.
BAB  III          HASIL PENELITIAN
Dengan menyajikan Karakteristik Responden, Identifikasi Pemberian Insentif, dan Identifikasi Motivasi Kerja.
BAB IV           PEMBAHASAN
Dengan menyajikan Analisis Pemberian Insentif dan Analisis Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan.
 BAB  V          KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
Yang menyajikan Kesimpulan juga dimuat Saran-saran berdasarkan hasil penelitian.










BAB  II
STUDI KEPUSTAKAAN

A.     Pengertian Insentif
Guna lebih mendorong motivasi kerja yang lebih tinggi, banyak organisasi yang menganut sistem insentif sebagai bagian dari imbalan yang berlaku bagi para karyawan organisasi.
Berbagai para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian insentif, seperti berikut ini:
Menurut Alma (2002:204) insentif yaitu pembayaran untuk karyawan yang bekerja lebih giat, dan hasil kerjanya diatas rata-rata normal
Sedangkan menurut Malayu (2000:117) upah insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar.
Insentif merupakan salah satu hal yang paling penting, program peningkatan produktivitas yang berhasil ditandai dengan adanya andil yang luas dari keuangan dan tunjangan-tunjangan lain diseluruh organisasi. Setiap pembayaran kepada perorangan harus ditentukan oleh andilnya bagi produktivitas, sedangkan kenaikan pembayaran harus dianugerahkan terutama berdasarkan hasil produktivitasnya.
Selanjutnya menurut Martoyo (2000:135) pengupahan insentif dimaksudkan untuk memberikan upah/gaji yang berbeda, tetapi bukan didasarkan pada evaluasi jabatan, namun ditentukan karena perbedaan prestasi kerja.
Insentif diartikan pula sebagai suatu perangsang untuk menjamin kegairahan kerja dalam usaha mencapai produktivitas kerja yang sebesar-besarnya. Insentif merupakan imbalan yang layak bagi seluruh karyawan untuk kemampuan keterampilan, pengetahuan dan pencapaian kinerja kerja yang diharapkan oleh organisasi


B.    Jenis-jenis Pemberian Insentif
Pemberian insentif kepada para karyawan yang dilakukan oleh suatu organisasi tidak hanya berupa uang tetapi dapat juga berbentuk barang seperti perumahan, bahan makanan, alat-alat rumah tangga dan lain sebagainya. Selain itu bentuk insentif dapat juga berbentuk spirituil seperti penghargaan, promosi dan puji-pujian.
Menurut Sinungan (2003:68) Jenis-jenis pemberian insentif yang utama bagi peningkatan produktivitas adalah:
Tingkat upah tetap per Hari
Upah tetap harian ditentukan menurut jam-jam kerja biasa perhari untuk setiap tugas dengan menggunakan teknik evaluasi kerja.
Rencana Pembayaran Premi
Ini sering digunakan sebagai sarana memacu pekerjaan dalam mencapai standar pelaksanaan yang diinginkan.
Pemberian Sistem Merit
Serangkaian faktor-faktor diseleksi untuk mencakup tingkah laku yang diinginkan dari sekelompok pekerja.
Rencana Audit Produktivitas
Prinsip utama tencana ini adalah porsi penghasilan tertentu seperti nilai tambah dapatlah diaplikasikan sebagai suatu hak untuk upah dan gaji. Sesudah memotong upah dan gaji yang telah dibayarkan, surplusnya dibagikan kepada penerima upah dan gaji sesuai dengan syarat-syarat pemberian fasilitas ini.
Pembayaran berdasarkan Hasil
Disini suatu pembayaran khusus dibuat bagi setiap unit hasil (output) atau penampilan dari kegiatan yang ada.
Insentif Kelompok
Kadang-kadang tidaklah mungkin memberikan hadiah kepada pekerja melalui pola bonus, sedangkan lainnya berdasarkan basis kelompok: “bonus” kelompok X dan dibagi menurut porsi pendapatan dasar. Keuntungan pendekatan ini menekankan kelompok agar meyakini distribusi usaha yang adil.

Selanjutnya menurut Martoyo (2000:137) jenis insentif bermacam-macam seperti: Premi (Bonus Payment), stock option (hak untuk membeli/mendapatkan saham pada harga tertentu, Phantom stock plan (dicatat sebagai pemegang saham) dan sebagainya.
Sedangkan menurut Siagian (2002:268), berbagai sistem insentif yang dikenal dewasa ini dapat digolongkan pada dua kelompok utama, yaitu sistem insentif pada tingkat individual dan pada tingkat kelompok. Yang termasuk pada sistem insentif individual ialah “piecework”, bonus produksi, komisi, kurva “kematangan”, dan insentif bagi para eksekutif. Sedangkan sistem insentif pada tingkat kelompok mencakup, antara lain, insentif produksi, bagi keuntungan dan pengurangan biaya.

Dalam pelaksanaannya belum tentu financial insentif selalu memberikan efek yang positif, tetapi mungkin pula dengan non financial insentif yang lebih berhasil untuk mencapai sasaran, yang non finacial insentif misalnya penghargaan, perbaikan kondisi kerja, kesempatan mencapai kepuasan dalam bekerja, promosi dan sebagainya.



C.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Insentif
Suatu sistem imbalan harus didasarkan pada serangkaian prinsip ilmiah dan metode yang rasional. Karena dapat tidaknya suatu sistem imbalan tergantung pada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Berbagai faktor tersebut diidentifikasikan dan dibahas sebagai berikut:
Menurut Siagian (2002:265), berbagai faktor tersebut diidentifikasikan sebagai berikut:
Pertama: Tingkat upah dan gaji yang berlaku
Kedua: Tuntutan serikat pekerja. Di masyarakat di mana eksistensi serikat pekerja diakui, sangat mungkin terdapat keadaan bahwa serikat pekerja berperan dalam mengajukan tuntutan tingkat upah dan gaji yang lebih tinggi dari tingkat yang berlaku.
Ketiga: Produktivitas. Agar mampu mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, yaitu organisasi memerlukan tenaga kerja yang produktif.
Keempat: Kebijaksanaan organisasi mengenai upah dan gaji
Kelima: Peraturan perundang-undangan. Pemerintah berkepentingan dalam bidang ketenagakerjaan dan ole karenanya berbagai segi kehidupan kekaryaan pun diatur didalam berbagai peraturan perundang-undangan.

Sedangkan menurut Handoko (2000:158), faktor-faktor yang mempengaruhi insentif adalah:
1.      Suplay dan permintaan tenaga kerja
2.      Serikat kerja
3.      Produktivitas
4.      Kesediaan untuk membayar
5.      Kemampuan untuk membayar
6.      Berbagai Kebijaksanaan pengupahan dan penggajian
7.      Kendala-kendala pemerintah

Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi besar kecilnya jumlah pemberian insentif baik secara financial maupun non financial.


D.    Pengertian Motivasi
Motivasi kerja merupakan faktor yang erat hubungannya dengan rangkaian atau pekerjaan yang telah direncanakan sedemikian rupa yang pada gilirannya akan menentukan hasil akhir yang didapat dari pekerjaan itu sendiri, berarti motivasi menjadi faktor pengaruh perilaku manusia dalam menjalankan fungsi manajemennya, baik individu maupun berkelompok.
Menurut Martoyo (2000:163), “Motivasi” pada dasarnya adalah “proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan”. Dengan kata lain adalah dorongan dari luar terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.
Motivasi adalah hasrat di dalam seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan. Seseorang melakukan tindakan untuk suatu hal mencapai tujuan.
Selanjutnya menurut Sinungan (2003:134), motivasi adalah keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau gerakan dan mengarah atau menyalurkan perilaku kearah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.
Motivasi merupakan semua kekuatan yang ada dalam diri secara batiniah yang memberi daya, arah dan memelihara perilaku. Dengan kata lain motivasi adalah pengertian umum dalam bentuk dorongan, kehendak, kebutuhan, keinginan, daya kekuatan lain yang ada kesamaannya guna mencapai sasaran dan tujuan yang berakhir dengan pemuasan.
Sedangkan menurut Malayu (2000:140), Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.

Selanjutnya menurut Martoyo (2000:164) mengatakan bahwa motivasi atau “motivation” berarti: pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Dapat juga dikatakan bahwa motivasi adalah “faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu”.
Motivasi merupakan pendorong sekaligus perangsang bagi karyawan untuk senantiasa mau bekerja dengan giat. Adapun motivasi yang ada pada diri pribadi setiap karyawan selalu berbeda dengan lainnya. Ini dikarenakan terdapatnya perbedaan motif, tujuan dan kebutuhan dan kondisi mereka.
Ada beberapa Teori Motivasi yang terkenal, menurut Siagian (2002:287) salah satu teori motivasi yang paling terkenal dewasa ini adalah seperti Teori Abraham H Maslow yang mengemukakan lima tingkatan atau hirarki kebutuhan, yaitu:
1.      kebutuhan fisiologikal, seperti sandang, pangan dan papan
2.      kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual
3.      kebutuhan sosial
4.      kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol simbol status
5.      aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Sedangkan menurut Tyson &  Jackson (2000:21) teori motivasi yang dikemukakan oleh  Maslow yaitu Hirarki kebutuhan Maslow, demikian disebut bekerja pada basis yang sangat sederhana. Kebutuhan yang telah terpuaskan tidak lagi menjadi motivator. Daftar  berikut menunjukkan apa yang dimaksud dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut:
·        Pemenuhan diri (self-filfilment) -  pertumbuhan pribadi atau profesional, wewenang, kerja yang bermanfaat
·        Harga diri (self-esteem) – berunding, peringkat, keberhasilan, prestasi, semangat, pengakuan, keuntungan
·        Sosial – tugas bersama, penghargaan, berbagai tugas, keanggotaan tim
·        Stabilitas dan keamanan – deskripsi kerja, keteraturan, kejelasan peran, struktur komunikasi, pertemuan-pertemuan, laporan keamanan, kesepakatan, kontrak.
·        Fisik - dekorasi, vibrasi, temperatur, ruang, suara, gas, fasilitas, kantin.

Sedangkan teori-teori motivasi menurut Malayu (2000:151) diklasifikasikan/dikelompokkan atas:
a.       Teori kepuasan (Content Theory) yang memusatkan pada apa-nya motivasi
b.      Teori motivasi proses (Process Theory) yang memusatkan pada bagaimana-nya motivasi
c.      Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory) yang menitikberatkan pada cara dimana perilaku dipelajari.

Bagaimanapun juga, para pemimpin harus tetap berupaya untuk menggunakan motivasi lebih banyak, karena motivasi inilah yang sesuai berdasarkan kondisi perusahaan dewasa ini.

E.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi sebagai proses psikologi dalam diri seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan atas faktor eksternal yang berasal dari luar diri karyawan, faktor internal yang berasal dari dalam diri karyawan.
Menurut Siagian (2002:295), yang termasuk faktor-faktor internal adalah:
a.       persepsi seseorang mengenai diri sendiri
b.      harga diri
c.      harapan pribadi
d.      kebutuhan
e.      keinginan
f.       kepuasan kerja
g.      prestasi kerja yang dihasilkan
Sedangkan faktor-faktor eksternal yang turut mempengaruhi motivasi seseorang antara lain ialah:
a.       jenis dan sifat pekerjaan
b.      kelompok kerja di mana seseorang bergabung
c.      organisasi tempat bekerja
d.      situasi lingkungan pada umumnya
e.      sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya

Selanjutnya menurut Sinungan (2003:139), faktor-faktor motivasi kerja adalah:
-         Pencapaian penyelesaian tugas yang berhasil berdasarkan tujuan dan sasaran
-         Penghargaan terhadap pencapaian tugas dan sasaran yang telah ditetapkan
-         Sifat dan ruang lingkup pekerjaan itu sendiri
-         Adanya peningkatan (kemajuan)
-         Adanya tanggung jawab
-         Adanya admisnistrasi dan manajemen serta kebijaksanaan pemerintah
-         Supervisi
-         Hubungan antar perorangan
-         Kondisi kerja
-         Gaji
-         Status
-         Keamanan kerja

Seseorang terdorong untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik apabila diiringi dengan beberapa faktor baik internal maupun faktor ekternal diri seseorang yang dapat mempengaruhi peningkatan produktivitas kerjanya.
     

BAB  III
HASIL PENELITIAN

A.     Karakteristik Responden



PT. Timur Jaya Langsa. dalam menjalankan operasional perusahaannya didukung oleh 40 orang karyawan yang masing-masing terdiri dari beberapa bagian dan status yaitu sebagai berikut:

Berdasarkan Tabel III-1 tersebut diatas dapat dilihat ketersediaan tenaga kerja pada PT. Timur Jaya Langsa tahun 2005 yang berstatus sebagai staf adalah sebanyak 9 orang dan didukung oleh karyawan sebanyak 31 orang dengan total seluruh karyawan sebanyak 40 orang.
Sedangkan untuk mengetahui karakteristik responden pada perusahaan ini dibagi dalam beberapa bagian yang terdiri dari umur, jenis kelamin, status, pendidikan terakhir, masa kerja, dan pendapatan per bulan karyawan PT. Timur Jaya Langsa, dapat dilihat pada Tabel III-2



berikut.

Berdasarkan Tabel III-2 tersebut dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden telah berumur 21 -  35 tahun sebanyak 20 orang (50.0%), kemudian diikuti dengan responden yang berumur diatas 35 tahun sebanyak 14 orang (35.0%) dan responden yang berumur dibawah 20 tahun hanya ada 6 orang (15.0%).
Responden yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan hal ini ditunjukkan dengan persentase sebesar 67.5% (27 orang) sedangkan perempuan hanya 32.5% (13 orang), hal ini disebabkan karena pada perusahaan tersebut untuk kapasitas kerja lebih mengutamakan tenaga kerja laki-laki sedangkan tenaga kerja perempuan hanya ditempatkan pada bagian administrasi.
Karyawan yang berstatus kawin adalah sebanyak 31 orang (77.5%) dan yang tidak kawin sebanyak 9 orang atau 22.5%.
Sedangkan pendidikan responden terdiri dari SMP/Sederajat sebanyak 4 orang (10.0%), SMA/Sederajat sebanyak 24 orang (60.0%), Sarjana sebanyak 11 orang (27.5%), dan yang berpendidikan terakhir setingkat Pasca Sarjana hanya ada 1 orang (4.0%).
Untuk masa kerja para karyawan diperoleh hasil penelitian sebanyak 5 orang (12.5%) telah bekerja diperusahaan lebih kecil dari  5 tahun, sedangkan masa kerja antara 6 – 12 tahun adalah sebanyak 23 orang (57.5%), dan yang masa kerjanya lebih dari 13 tahun adalah sebanyak 12 orang (30.0%).
Indikator mengenai pendapatan per bulan para karyawan sebagai berikut, untuk penghasilan dibawah Rp499.999 sebanyak 4 orang (10.0%), antara Rp500.000 – 999.999 sebanyak 19 orang (47.5%), pendapatan antara Rp.1.000.000 – Rp1.499.999 sebanyak 9 orang (22.5%), dan pendapatan antara Rp1.500.000 – 1.999.999 sebanyak 6 orang (15.0%) sedangkan yang mempunyai pendapatan perbulan diatas Rp2.000.000 hanya ada 2 orang (5.0%).

B.    Identifikasi Pemberian Insentif

Pihak manajemen perusahaan PT. Timur Jaya Langsa berusaha untuk membangkitkan semangat bekerja para karyawannya dengan cara memberikan insentif sehingga hal ini dapat memotivasi karyawan untuk bekerja dengan semangat tinggi dan penuh disiplin.



Berdasarkan kuisioner yang dikumpulkan kembali oleh penulis, dapat dilihat pemberian insentif oleh PT. Timur Jaya Langsa yaitu:

Berdasarkan Tabel III-3 tersebut dapat dilihat bahwa pengendalian Jam kerja lembur yang dilakukan perusahaan terhadap para karyawannya sebesar 52.5% karyawan menyatakan sangat setuju dengan kebijakan tersebut yang merupakan persentase tertinggi, dan 37.5% karyawan menyatakan setuju, sedangkan 7.5% karyawan yang menjawab netral, ada 2.5% karyawan yang menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya pengendalian jam kerja lembur sehingga perusahaan tidak kecolongan pada segi waktu kerja dan karyawan merasa mendapat keadilan.
Mengenai sistem pemberian bonus berdasarkan produktivitas kerja karyawan, dirasa sangat setuju oleh karyawan sehingga diperoleh persentase sebesar 67.5%, dan setuju sebesar 17.5%, sedangkan yang menjawab tidak setuju hanya 15.0%.
Untuk sistem pemberian insentif khusus yang diberikan oleh perusahaan, karyawan merasa sangat setuju sebesar 77.5%, setuju sebesar 22.5%, tidak ada yang memberi jawaban netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Berarti pemberian insentif khusus ini sangatlah diidam-idamkan oleh semua karyawan baik dari karyawan rendah sampai ke top manajemen.
Terhadap sistem tunjangan hari raya yang dikeluarkan oleh perusahaan setiap tahunnya dinyatakan sebesar 82.5% sangat setuju dan 7.5% setuju serta sebesar 2.5% karyawan yang menyatakan netral dan 7.5% tidak setuju terhadap variabel tersebut.
Sedangkan mengenai sistem pemberian tunjangan transportasi yang ditanggung oleh perusahaan, hal ini sangat disenangi dan sangat disetujui oleh karyawan mengingat kenaikan harga bahan bakar minyak yang mempengaruhi kenaikan biaya transportasi, terbukti dengan persentase sebesar 75.0% dan karyawan yang menyatakan setuju 25.0%.
Demikian juga dengan sistem tunjangan kesehatan yang selama masa bekerja ditanggu oleh perusahaan, hal ini sangat dihargai oleh karyawan (karena biaya perobatan sangatlah mahal) dengan ditunjukkan oleh persentase karyawan yang menjawab sangat setuju sebesar 80.0% dan yang menjawab setuju sebesar 20.0%.
Sementara pemberian sistem tunjangan makan oleh perusahaan, yang menyatakan sangat setuju sebesar 65.0%, yang menyatakan setuju sebesar 35.0%. Pemberian tunjangan makan ini sangat diharapkan oleh karyawan mengingat letak atau lokasi perusahaan yang jauh dari kota khususnya warung makan.
Mengenai kebijaksanaan perusahaan untuk memberikan pinjaman pada karyawan dinyatakan sebesar 100.0% atau seluruh karyawan yang menjadi responden menyatakan sangat setuju, karena karyawan lebih memilih meminjam uang di perusahaan dari pada diluar lingkungan perusahaan karena beresiko tinggi. Pinjaman ini merupakan cash bon yang pengembaliannya akan di potong melalui gaji bulanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Usaha perusahaan dalam pemberian insentif untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya selain yang tersebut diatas juga ada tunjangan lainnya yaitu berupa perumahan hal ini direspon dengan baik oleh para karyawan yang ditunjukkan oleh persentase sangat setuju sebesar 97.5% dan diikuti dengan jawaban netral yaitu hanya 2.5%. Perumahan ini berupa mess karyawan yang berada dalam lingkungan pabrik khusus untuk para staff , juga pemberian uang sewa rumah untuk karyawan yang dianggap telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam ketentuan perusahaan.

C.    Identifikasi Motivasi Kerja

Demi kesinambungan dan peningkatan gairah kerja karyawan PT. Timur Jaya Langsa, maka ditetapkanlah serangkaian peraturan dan kebijaksanaan yang diharapkan mampu memotivasi karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya.
Tindakan untuk memotivasi karyawan adalah salah satu tugas pemimpin yang teramat penting, oleh karena keberhasilan seorang pemimpin adalah sejauh mana ia mampu mengkoordinasi bawahannya sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Keadaan ini juga berlaku pada PT. Timur Jaya Langsa, dimana pimpinan perusahaan senantiasa dapat memberikan teknik motivasi kepada karyawannya dengan baik dan tepat.
Sedangkan mengenai motivasi yang diberikan perusahaan PT. Timur Jaya kepada karyawannya pada tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel III-4 sebagai berikut:





Berdasarkan Tabel III-4 tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa Motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya Langsa adalah sebagai berikut:
Mengenai Pemberian Program keselamatan dan kesehatan kerja disambut positif oleh karyawan yang ditunjukkan dengan hasil olah data sebesar 97.5% yang menyatakan sangat setuju dan hanya 2.5% karyawan menyatakan netral. Hal ini mengartikan bahwa karyawan sangat menghargai program tersebut.
Untuk pemilihan karyawan teladan yang dilakukan setahun sekali responden menjawab dengan 67.5% sangat setuju, 5.0% setuju dan 32.0% menjawab netral serta sisanya 2.5% menyatakan tidak setuju.
Dalam rangka pengembangan program peduli lingkungan sekitar perusahaan, karyawan yang merespon sangat setuju tentang hal tersebut sebesar 80.0%, yang merespon setuju sebesar 15.0%, dan yang merespon netral sebesar 1.5%.
Perusahaan melakukan kegiatan pembinaan rohani yang sangat didukung oleh para karyawannya hal ini terbukti dengan jawaban responden mengenai hal tersebut dengan persentase yang menjawab sangat setuju sebesar 92.5%, yang menyatakan setuju, netral dan sangat tidak setuju masing-masing mempunyai persentase sebesar 2.0%.
Mengenai Pengembangan olah raga dan hobby karyawan salah satunya sering malakukan perlombaan volly ball, sepak bola antar karyawan maupun antar perusahaan atau melakukan pertandingan persahabatan dengan penduduk sekitar pabrik juga sangat didukung oleh karyawan dengan jawaban kuisioner yang telah dikumpulkan menyatakan sangat setuju sebesar 97.5% dan setuju sebesar 2.5%.
Perhatian yang diberikan perusahaan dalam rangka melindungi karyawan baik yang sedang berada dalam lingkungan pabrik maupun di luar pabrik dilakukan dengan pelaksaan program asuransi yaitu berupa Astek dan Askes,  yang direspon oleh para karyawan dengan persentase sangat setuju sebesar 67.5%, dan setuju sebesar 32.5%.
Koperasi karyawan yang telah berdiri setelah 5 tahun berdirinya perusahaan sangat membantu karyawan untuk mengurangi beban dalam hal kebutuhan akan pangan khususnya karena harga berbagai barang di koperasi lebih murah dari harga pasar, hal ini mendapat respon positif dari para karyawan dengan persentase yang menyatakan sangat setuju sebesar 52.5%, setuju sebesar 22.5%, dan netral sebesar 25.0%.

BAB  IV
PEMBAHASAN

A.     Analisis Pemberian Insentif
Guna mencapai kelangsungan hidup perusahaan, maka pada prinsipnya perusahaan dalam setiap operasionalnya tidak terlepas dari suatau tujuan utama yaitu menghasilkan produksi (baik jasa maupun barang), secara efektif dan efisien untuk memperoleh laba dan meningkatkan kinerja perusahaan. Maka dari itu perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan produktivitas para karywannya dengan memberikan imbalan berupa gaji atau upah serta insentif dengan batas kemampuan perusahaan serta tidak merugikan kegiatan perusahaan.
PT. Timur Jaya Langsa mempunyai peraturan yang berlaku telah berusaha selain memberi gaji pada para karyawannya juga memberikan perangsang berupa insentif  yang bertujuan sebagai upaya untuk kesejahteraan karyawan serta untuk memotivasi, membangun etos kerja yang pada akhirnya dapat menghasilkan suatu produktivitas kerja yang tinggi bagi perusahaan.
Dari hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, perusahaan PT. Timur Jaya memberikan insentif pada karyawannya antara lain seperti berikut  : pengendalian jam kerja lembur sesuai ketentuan yang berlaku, pemberian bonus berdasarkan produktivitas, pemberian insentif khusus sesuai kesepakatan antara pihak perusahaan dengan karyawan, pemberian tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, tunjangan makan, pemberian pinjaman pada karyawan, dan tunjangan perumahan.
Dalam mendorong motivasi kerja karyawan, perusahaan memberikan rangsangan berupa insentif yang mengartikan bahwa perusahaan PT. Timur Jaya Langsa sangat memperhatikan kebutuhan utama karyawan akan kecukupan pangan dan sandang, sementara itu kebutuhan lainnya seperti, kebutuhan akan rasa aman, masa depan yang terjamin serta kebutuhan lain dapat dipenuhi oleh karyawan dengan mengabdi pada perusahaan.
Dari hasil wawancara di lapangan dapat diketahui bahwa  pemberian insentif pada perusahaan PT. Timur Jaya Langsa sangat bervariasi sesuai dengan status dan jabatan masing-masing karyawan, insentif lebih besar diperoleh bagi yang mempunyai jabatan lebih tinggi demikian juga sebaliknya.
Keseluruhan insentif yang diberikan atau yang telah dikeluarkan oleh perusahaan haruslah mampu memberikan umpan balik yang positif bagi perusahaan. Hal ini penting karena apabila perusahaan telah memberikan sejumlah balas jasa tetapi karyawan belum mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan, maka pemberian insentif tersebut belum memenuhi tujuan yang diharapkan.

B.    Analisis Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Motivasi pada dasarnya timbul dalam diri karyawan itu sendiri. Motivasi dari dalam dipengaruhi oleh kepribadian, pendidikan dan pengalaman, serta harapan dan cita-cita dari karyawan. Sedangkan faktor dari luar dipengaruhi oleh kemampuan manajerial pimpinan, mitra kerja dan lingkungan kerja.
Tindakan untuk memotivasi karyawan adalah salah satu tugas pemimpin yang teramat penting, karena keberhasilan seorang pemimpin adalah sejauh mana ia mampu mengkoordinasi bawahannya sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Keadaan ini juga berlaku pada PT. Timur Jaya Langsa, dimana pimpinan perusahan senantiasa dapat memberikan teknik motivasi kepada karyawannya dengan baik dan tepat.
Secara umum perusahaan memberikan insentif dalam memotivasi kerja karyawannya adalah didasarkan atas beberapa kebijaksanaan yang bermanfaat guna :
-         Meningkatkan kegairahan bekerja para karyawan demi tercapainya tujuan perusahaan
-         Meningkatkan produktivitas yang berguna dalam pencapaian tujuan perusahaan
-         Meningkatkan peran aktif karyawan sehingga terwujudnya rasa memiliki, loyalitas dan tanggung jawab atas tugas-tugas yang diemban.
Dari hasil perhitungan (lampiran II) diperoleh satu persamaan garis lurus yang menggambarkan keterkaitan antara insentif dengan motivasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan PT. Timur Jaya sebagai berikut :
Y  =  14,641  +  0,436 X
Persamaan tersebut menggambarkan bahwa dengan perubahan 0,436 unit komponen X akan mempengaruhi komponen Y, atau dengan kata lain diperoleh motivasi kerja karyawan akan menjadi sebesar 15,077 apabila insentif yang diberikan oleh perusahaan ditambah sebesar 1. Walaupun tanpa dipengaruhi pemberian insentif oleh perusahaan, maka motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya tetap ada yaitu sebesar 14,641.
Sementara itu dari hasil perhitungan untuk nilai koefisien korelasi (r) adalah sama dengan 0,453 yang dapat diartikan bahwa adanya hubungan yang erat antara pemberian insentif dengan motivasi kerja karyawan. Dan (r2) sebesar 0,205 atau 20,50% yang berarti bahwa motivasi kerja karyawan pada perusahaan PT. Timur Jaya dipengaruhi oleh faktor pemberian insentif dari perusahaan tersebut, sedangkan sisanya sebesar 79.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini seperti kebijakan tunjangan kematian untuk anggota keluarga karyawan, kebijakan pemberian catu beras, kebijakan pemberian bea siswa anak karyawan dan lain sebagainya.
Sedangkan nilai F hitung dengan tingkat significant 95% diperoleh sebesar 9,787. Dengan demikian F hitung > F tabel yaitu 9,787 > 4.46 pada F Significant 0,003 yang mengartikan bahwa pemberian insentif berpengaruh secara significant atau nyata terhadap motivasi kerja karyawan pada perusahaan Timur Jaya Langsa.
Demikian juga untuk hasil t hitung dengan tingkat significant 95%, dalam hal ini untuk variabel insentif diperoleh sebesar 3,128 dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 3,128 > 1.6839 dan significat pada t significant sebesar 0,003 yang berarti insentif berpengaruh secara significant/nyata terhadap motivasi kerja para karyawan PT. Timur Jaya Langsa. Dengan demikian pemberian insentf pada PT. Timur Jaya Langsa telah berjalan lancar dalam memotivasi karyawannya.
BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

A.         Kesimpulan
Berdasarkan analisis pada bagian sebelumnya dapat ditarik kesimpulan adalah sebagai berikut:
1.      PT. Timur Jaya bergerak dalam bidang pembuatan es dalam bentuk batangan yang berlokasi di jalan Medan-Banda Aceh Desa Alue Dua Langsa senantiasa dihadapkan dengan persoalan insentif, yaitu mengenai sistem insentif yang diterapkan oleh Perusahaan dalam memotivasi para karyawannya.
2.      Dari hasil perhitungan persamaan Y  =  14,641  +  0,436 X bahwa dengan perubahan dengan perubahan 0,436 unit komponen X akan mempengaruhi komponen Y, atau dengan kata lain diperoleh motivasi kerja karyawan akan menjadi sebesar 15,077 apabila insentif yang diberikan oleh perusahaan ditambah sebesar 1. Walaupun tanpa dipengaruhi pemberian insentif oleh perusahaan, maka motivasi kerja karyawan PT. Timur Jaya tetap ada yaitu sebesar 14,641.
3.      Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pemberian insentif mempunyai korelasi yang kuat atau positif terhadap motivasi kerja karyawan yaitu sebesar 0.453 dengan koefisien determinasi sebesar 0.205 atau 20.50%
4.      Dengan demikian pemberian insentf pada PT. Timur Jaya Langsa telah berjalan lancar dalam memotivasi karyawannya sehingga  hipotesa yang

menyatakan motivasi kerja karyawan pada PT. Timur Jaya Langsa menurun adalah ditolak.

B.        Saran-saran
1.      Disarankan pada Perusahaan PT. Ujung Timur Langsa dapat menaikkan upah insentif untuk para karyawannya hal ini dimaksudkan agar lebih memotivasi kerja karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan mempertahankan karyawan yang berprestasi untuk tetap berada dalam perusahaan.        
2.      Pelaksanaan pemberian pengupahan insentif hendaknya dilakukan dengan cepat oleh perusahaan tanpa ada penundaan baik dari segi waktu maupun jumlah (dalam bentuk financial ataupun non financial), sehingga karyawan yang berprestasi tersebut cukup cepat pula merasakan hasil kerjanya.
3.      Perlu adanya pendekatan pada karyawan sehingga top manajemen benar-benar mengetahui dengan pasti apakah pemberian insentif telah sesuai dengan kebijakan dan peraturan perusahaan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             




DAFTAR  KEPUSTAKAAN



Alma, Bukhari, (2002), Pengantar Bisnis, Alfabeta, IKAPI, Bandung.


Hadi, Sutrisno,Prof, Drs, MA, (2001), Analisis Regresi, ANDI, Yogyakarta.


Handoko, Hani, T (2000), Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, BPFE, Yogyakarta.


Malayu, SP, Hasibuan, H, Drs, (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Bumi Aksara – Edisi Revisi, Jakarta.


Martoyo, Susilo, SE, (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia, BPFE, Yogyakarta.


Sinungan, Muchdarsyah, (2003), Produktivitas, Penerbit Bina Aksara, Jakarta


Siagian, Sondang, P. MPA Prof, (2002), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Bumi Aksara, Jakarta.


Tyson, Shaun dan, Jackson, Tony, (2000), The Essence of Organization Behaviour, Perilaku Organisasi, ANDI, Yogyakarta.

LAMPIRAN  I

Kuisioner

Dengan hormat,

Saya Mauliddin, Mahasiswa Jurusan Manajemen pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase Langsa, dalam hal ini memohon kesediaan saudara untuk mengisi kuisioner, guna penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul : “Pengaruh Insentif Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Timur Jaya Langsa”.
Atas perhatian dan kesediaan saudara meluangkan waktu, Saya ucapkan terima kasih.


Hormat Saya,


Mauliddin
NIM  : 01.1.1041


Petunjuk Pengisian
1.  Berilah tanda silang (x) untuk jawaban yang dipilih dan dianggap benar
2.  Perlu diketahui bahwa jawaban dari Bapak/Ibu/ Saudara akan digunakan  sebagai data penelitian tugas akhir skripsi sehingga tidak memliliki dampak negatif terhadap siapapun.
3.  Untuk pertanyaan terbuka dijawab sesuai dengan pendapat Bapak/ Ibu/ saudara.
4. Atas kesediaan dan kerja sama Bapak/Ibu/Saudara untuk menjawab semua pertanyaan ini saya ucapkan terima kasih.

A. Identitas Responden
1. Nama                          :
2. Umur                           :__________ thn.
3. Jenis Kelamin               : Laki-laki / Perempuan
4. Status                          : Kawin/Tidak kawin
5. Pendidikan Terakhir      : SD/SLTP/SLTA/DIII/Sarjana/Pasca Sarjana
6. Masa Kerja                   :
7. Pendapatan Per Bulan    :
¨ Coret Yang tidak Perlu                      Telp. :







 




































Paling Banyak Diminati