Saturday, 26 November 2022

Proses Bisnis

 

1. Untuk mengembangkan suatu usaha tentu diperlukan tambahan modal, baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Coba Anda jelaskan:

a. Sumber-sumber modal internal maupun eksternal perusahaan (masing-masing 2 (dua) sumber)!

Jawab:

 a. Modal Internal

Modal internal adalah modal yang berasal dari kekayaan pemilik perusahaan, modal para pemegang saham, penjualan surat berharga, atau modal yang didapatkan dari laba perusahaan.

Contoh modal internal adalah kendaraan, inventaris, alat produksi, tabungan pribadi, gedung, saham, tanah, keuntungan perusahaan, dan sebagainya yang tidak menggunakan kekayaan pihak luar.

b. Modal eksternal

Modal eksternal adalah modal yang didapatkan selain dari kekayaan perusahaan. Modal tersebut bisa didapatkan dari investor atau kreditur seperti bank, koperasi, pinjaman personal.

Biasanya, modal eksternal diperlukan karena keterbatasan sumber modal internal yang ada. Pengelola perusahaan khawatir modal internal tidak dapat mencukupi untuk menjalankan ataupun mengembangkan aktivitas bisnis.

Contoh modal eksternal adalah pinjaman dari bank/koperasi, gaji karyawan yang belum terbayar, biaya produksi yang belum dibayarkan ke supplier, investasi yang disetor oleh investor.


b. Bentuk-bentuk sumber dana jangka pendek dan jangka panjang (masing-masing 2 (dua) saja!

Jawab:

Sumber Dana Jangka Pendek

Sumber pendanaan jangka pendek dikelompokkan menjadi sumber pendanaan yang spontan dan tidak spontan. Pendanaan spontan merupakan jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Sumber pendanaan yang tidak spontan merupakan jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Meliputi hutang dagang dan rekening-rekening acruals.

 A.    Pendanaan Spontan

Pendanaan spontan merupakan jenis pedanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (bisa dilihat dari penjualan perusahaan). Contoh jenis pendanaan yang spontan: hutang dagang dan rekening-rekening akrual. Hutang dagang timbul karena perusahaan membeli pasokan dari supplier dengan kredit.

 1.      Kredit dagang

Kredit dagang merupakan, usaha perusahaan untuk memperoleh barang atau sediaan yang pembayarannya di kemudian hari sesuai perjanjian misalnya, 30 hari atau atau 60 hari. Kredit perdagangan ini sangat membantu perusahaan yang kurang atau tidak memiliki dana tunai, namun harus segera dipenuhi barang atau sediaan yang dibutuhkan, atau dengan kata lain menggunakan kredit perdagangan dapat menghemat penggunaan uang tunai yang masih dipergunakan untuk kegiatan lainnya. 

Pembelian secara kredit terdiri dari tiga jenis :

1)      Open account

Yaitu penjual mengirim barang dilengkapi dengan faktur disertai harga per satuan, harga keseluruhan, dan syarat-syarat pembayaran tetapi pembeli tidak menandatangani perjanjiannya. Walau pembeli tidak menandatangani kontrak perjanjian, pembeli bersedia untuk membayar sejumlah uang yang tertera pada pembelian tersebut.  

2)      Note payable

Di sini pembeli menandatangani perjanjian formal yang menyatakan pembeli memiliki hutang atas transaksi penjualan yang terjadi.

3)      Trade acceptance

Penjual menarik draft kepada pembeli yang memerintahkan pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu.

 B.     Pendanaan tidak spontan

Jika penjualan meningkat, dan perusahaan ingin menanbah dana dengan mengajukan pinjaman bisa berasal dari lembaga bank dan lembaga keuangan non-bank. Terdapat dua macam pendanaan tidak spontan yaitu peminjaman jangka pendek tanpa jaminan dan pinjaman jangka pendek dengan jaminan

1.      Pendanaan jangka pendek tanpa jaminan

Untuk mendapatkan pinjaman dari bank ,bank biasanya menyaratkan berbagai klausula, diantaranya :

1)      Klausul pembatalan, yaitu bank mempunyai hak untuk membatalkan pemberian kreditnya setiap waktu.

2)      Klausul likuidasi darurat, yaitu bank dapat mengubah kredit menjadi kredit wesel sehingga bank dapat menjual wesel bayar tersebut.

3)      Klausul pemeriksaan, yaitu bank dapat meneliti ,memeriksa dan mengawasi penggunaan kredit tersebut.

4)      Klausul penerimaan dan pembayaran melalui bank

Bank dapat mengikat perusahaan agar semua tranksaksi keuangan perusahaan dilakukan lewat bank.

5)      Klausul jaminan

Bila perusahaan akan memperbesar kreditnya, maka perlu jaminan yang lebih besar.

2.      Pendanaan jangka pendek dengan jaminan

Factoring (anjak piutang). factoring berarti menjual piutang dagang. Dari segi perusahaan yang mempunyai piutang, factoring mempunyai manfaat karena perusahaan tidak perlu menunggu jatuh tempo untuk memperoleh kas.

Menjaminkan piutang dan sediaan, manajemen dapat menjaminkan piutang atau sediaannya kepada pihak lain, dan apabila sudah tiba saatnya maka piutang dan sediaan tersebut ditebus sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Akseptansi bank, merupakan perintah membayar terhadap suatu bank atas sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo.


Sumber Dana Jangka Menengah

Pinjaman jangka menengah adalah pinjaman dengan masa jatuh tempo lebih dari satu tahun tetapi kurang dari lima tahun. Pembiayaan jangka menengah akhir-akhir ini telah berkembang dengan cepat. Ragam dan sumber pembiayaannya  juga bertambah.

 A.    Pinjaman bersyarat (term loan)

Pinjaman bersyarat (term loan) merupakan salah satu jenis pembiayaan jangka menengah. Pinjaman bersyarat biasanya disediakan oleh bank komersial, perusahaan asuransi, dana pensiun,  lembaga pembiayaan pemerintah dan supplier perlengkapan. Dilihat dari segi biaya modalnya maka biaya pinjaman bersyarat ini memiliki biaya yang lebih rendah daripada biaya modal saham ataupun biaya obligasi. Hal ini disebabkan karena bila perusahaan harus saham atau obligasi, maka harus membayar biaya, emisi, biaya pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan  dengan pengeluaran saham dan obligasi tersebut.

 B.     Equipment loan

Equipment loan adalah pembiayaan yang pergunakan untuk pengadaan perlengkapan baru yang biasanya diberikan untuk perlengkapan baru yang biasanya diberikan untuk perlengkapan yang dengan mudah dapat diperjualbelikan, bukan perlengkapan yang khusus. Peminjam biasanya menanggung beban lebih tinggi. Dari harga perlengkapan tersebut dan selisihnya antara harga perlengkapan dengan beban total merupakan margin of safety bagi kreditur. Besar kecilnya margin of safety berkisar antara dua puluh hingga tiga puluh persen dari harga perlengkapan

 C.     Pembiayaan leasing

Leasing merupakan suatu cara bisnis membiayai pabrik, harta benda, dan peralatan. Benar benar ada beberapa aset yang dapat dibeli melalui leasing dan disana ada beberapa alasan yang bagus untuk menggunakan leasing. Leasing merupakan cara pembiayaan khusus yang dikaitkan dengan: suatu aktiva. Sebagai contoh, bila kita mengambil liburan atau kunjungan bisnis, menyewa sebuah kendaraan untuk beberapa hari merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Sesudah itu, membeli sebuah kendaraan dan menjualnya kembali setelah satu minggu kemudiaan akan menjadi sesuatu yang menyusahkan.

 

Sumber Dana Jangka Panjang

Pembiayaan jangka panjang adalah pembiayaan berjangka waktu lebih dari sepuluh tahun.

A.    Kredit Investasi

Jenis pendanaan ini disediakan oleh perbankan, dan masih banyak dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha. Yang menarik adalah bahwa suku bunga kredit investasi di indonesia dinyatakan lebih rendah dari suku bunga kredit modal kerja. Meskipun demikian seringkali suatu klausul yang menyatakan bahwa debitur tidak dapat melunasi kedit investasi yang diambilnya lebih cepat dari jangka waktu yang disepakati, membuat tingkat bunga efektif yang ditanggungnya tidak selalu lebih kecil dari tingkat bunga kredit jangka pendek (modal kerja).

B.     Hipotek (mortgage)

Hipotek merupakan bentuk hutang jangka panjang dengan agunan aktiva tidak bergerak (tanah, bangunan). Dalam perjanjian kreditnya disebutkan secara jelas aktiva aktiva apa yang dipergunakan sebgai agunan. Dalam peristiwa likuidasi kreditur akan dibayar terlebih dahulu dari hasil penjualan aktiva tetap yang dipergunakan sebagai agunan. Apabila hasil penualan aktiva yang digunakan tersebut belum cukup, maka sisanya menjadi kreditur umum, sama seperti pemilik obligasi.

 C.     Obligasi

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah atau panjang, yang dapat dipindahtangankan dan berisi janji dari pihak yang menerbitkan obligasi, untuk membayar imbalan berupa bunga atau kupon pada periode tertentu, serta melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi memiliki beberapa karakteristik yaitu :

1)      Bunga (coupon)

Obligasi memiliki bunga yang disebut coupon, merupakan salah satu bentuk  pendapatan yang di peroleh pemegang obligasi, selain pendapatan berupa gain, yaitu selisih harga jual obligasi dengan harga belinya. Bunga obligasi pada umumnya tetap dibayarkan secara periodik misalnya, semesteran atu tahunan.

2)      Nilai nominal

Obligasi mempunyai nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum dalam obligasi, dan merupakan jumlah nilai yang akan dibayar kembali ketika obligasi jatuh tempo, beserta coupon tahunan dibagi dengan nilai nominal disebut coupon rate

 

D.    Saham biasa

Saham biasa merupakan surat bukti penyertaan modal pada suatu perusahaan (perseroan terbatas) dan sekaligus menjadi bukti kepemilikan perusahaan tersebut. Saham biasa sebagai salah satu sumber dana jangka panjang bagi perusahaan tidak memiliki jatuh tempo atau dengan kata lain akan terikat di perusahaan selama perusahaan masih beroperasi. Dibandingkan dengan sumber dana yang lain, saham biasa memiliki biaya modal yan paling tinggi, karena pendapatan saham biasa bersifat tidak pasti.

 

E.     Saham preferen

Saham preferen adalah saham yang memberikan dividen yang tetap besarnya. Saham preferen punya hak atas hal atau klaim di atas saham biasa, tetapi dibawah obligasi. Keistimewaan saham ini berkaitan dengan hak atas pendapatan perusahaan dan hak aktiva perusahaan apabila perusahaan likuidasi.

 

 

2. Setiap bentuk usaha pasti akan berhadapan dengan risiko dengan segala variasinya. Risiko bisnis yang dihadapi perusahaan harus dikelola dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kerugian bahkan “kehancuran” terhadap perusahaan. Pengelolaan atau manajemen risiko dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jelaskan alternatif cara yang ada dalam mengelola risiko!

Jawab:

 

B. Menghindari dan menanggulangi

Cara mencegah risiko hazard juga dapat dengan cara menghindari dan menanggulanginya. Mengingat sebagai pelaku bisnis tentunya sudah mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi dan menghambat proses bisnisnya. Untuk itu, pelaku bisnis dapat memilih untuk menghindari dan menanggulangi risiko tersebut atau tetap menghadapinya.

C. Mengetahui hubungan dan konsekuensi

Ketika telah memutuskan untuk bertindak pelaku bisnsi secara tidak langsung harus mengetahui hubungan dan konsekuensi atas apa yang telah dijalankan. Dimana ketika risiko hazard terjadi maka pelaku bisnis mampu mengelola atau menghadapinya karena itu sudah termasuk konsekuensi yang telah dijalankan.

D. Mengelola risiko

Mengelola risiko ini berarti pelaku bisnis harus mencari dan mengambil langkah – langkah untuk menyelesaikan risiko-risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tentunya hal ini dapat dilakukan dengan baik jika pelaku bisnis telah mempersiapkan sebelumnya

 

 

 

3. “Dalam jangka waktu Januari sampai dengan Oktober 2018 saja, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah melikuidasi lima BPR. Sementara kalau dihitung dari tahun 2006 hingga 2018, ada 90 BPR yang telah dilikuidasi LPS” (Sumber: https://keuangan. kontan.co.id/news/sejak-2016-lps-sudah-melikuidasi-90-bpr). Coba Anda identifikasi faktor-faktor penyebab utama yang mengakibatkan banyaknya BPR tidak mampu bertahan dan akhirnya harus dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau LPS! Berikan penjelasan secara singkat!

Jawab:

B. Menghindari dan menanggulangi

Cara mencegah risiko hazard juga dapat dengan cara menghindari dan menanggulanginya. Mengingat sebagai pelaku bisnis tentunya sudah mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi dan menghambat proses bisnisnya. Untuk itu, pelaku bisnis dapat memilih untuk menghindari dan menanggulangi risiko tersebut atau tetap menghadapinya.

C. Mengetahui hubungan dan konsekuensi

Ketika telah memutuskan untuk bertindak pelaku bisnsi secara tidak langsung harus mengetahui hubungan dan konsekuensi atas apa yang telah dijalankan. Dimana ketika risiko hazard terjadi maka pelaku bisnis mampu mengelola atau menghadapinya karena itu sudah termasuk konsekuensi yang telah dijalankan.

D. Mengelola risiko

Mengelola risiko ini berarti pelaku bisnis harus mencari dan mengambil langkah – langkah untuk menyelesaikan risiko-risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tentunya hal ini dapat dilakukan dengan baik jika pelaku bisnis telah mempersiapkan sebelumnya.

3. “Dalam jangka waktu Januari sampai dengan Oktober 2018 saja, Lembaga Penjamin

Simpanan (LPS) sudah melikuidasi lima BPR. Sementara kalau dihitung dari tahun 2006 hingga 2018, ada 90 BPR yang telah dilikuidasi LPS” (Sumber: https://keuangan.

kontan.co.id/news/sejak-2016-lps-sudah-melikuidasi-90-bpr). Coba Anda identifikasi

faktor-faktor penyebab utama yang mengakibatkan banyaknya BPR tidak mampu

bertahan dan akhirnya harus dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau LPS!

Berikan penjelasan secara singkat!

Jawab

 

Faktor-faktor penyebab utama yang mengakibatkan banyaknya BPR tidak mampu bertahan dan akhirnya harus dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau LPS adalah karena Tidak adanya penerapan GCG dan manajemen risiko membuat banyak BPR melakukan kecurangan atau fraud sehingga banyak BPR yang ditutup operasinya

penerapan GCG sangat diperlukan agar perbankan dapat bertahan dan tangguh dalam

menghadapi persaingan yang makin ketat serta dapat menerapkan etika bisnis sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan.

Penerapan praktik GCG dan manajemen risiko tak sebatas tuntutan regulasi, tapi sudah menjadi kebutuhan yang mendesak terhadap perkembangan BPR pada masa yang akan datang. “Komitmen BPR terhadap penerapan GCG akan menjauhkan BPR dari berbagai masalah yang berisiko tinggi. Tanpa didukung praktik GCG, BPR berpotensi menjadi tidak sehat

Paling Banyak Diminati